Ia mendorong daerah lain untuk memperluas sektor ekonomi, tidak hanya mengandalkan komoditas.
Baca Juga: Sandra Dewi ajukan keberatan aset disita Kejagung: Dari tas branded hingga deposito Rp33 miliar
“Untuk daerah yang bergantung pada komoditas, mulai pikir diversifikasi. Kalau komoditas habis, Anda punya sumber pendapatan baru. Harus berani investasi jangka panjang, terutama pada sumber daya manusia,” tambahnya.
Pemda perlu stimulasi ekonomi
Menkeu juga mengingatkan pemerintah daerah agar menstimulasi perekonomian lokal lewat belanja cepat, tepat, dan produktif, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa lebih merata dan berkelanjutan.
Kondisi makro ekonomi Indonesia
Meski tantangan daerah masih ada, pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil di 5,12 persen pada kuartal II 2025, termasuk yang tertinggi di G20.
Inflasi terkendali di 2,65 persen, defisit APBN 1,56 persen dari PDB, dan neraca perdagangan surplus selama 64 bulan berturut-turut.
Tingkat pengangguran turun ke 4,76 persen dan kemiskinan ke 8,47 persen, angka terendah sejak krisis 1998.***