news

Prabowo ultimatum menteri ‘nakal’: Tiga kali peringatan langsung reshuffle, sinyal tegas di tahun pertama pemerintahan

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 23:12 WIB
Menyoroti langkah Presiden RI, Prabowo Subianto dalam kebijakan reshuffle atau penggantian menteri di Kabinet Merah Putih (Instagram.com/@prabowo)

GENMILENIAL.ID — Presiden RI Prabowo Subianto kembali mengirim sinyal tegas kepada para pembantunya di Kabinet Merah Putih. Dalam arahannya di acara Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Sabtu, 18 Oktober 2025, Prabowo memperingatkan bahwa menteri yang tiga kali diberi peringatan namun tetap melanggar akan langsung dicopot atau terkena reshuffle.

“Anak buah saya hebat-hebat ya. Kalau ada satu dua nakal, saya peringati. Satu kali peringatan masih nakal, dua kali, tiga kali apa boleh buat — reshuffle,” tegas Prabowo.

Pernyataan ini sekaligus menjadi ultimatum keras bagi para menteri agar tetap fokus bekerja demi rakyat.

Baca Juga: Sulaiman Daud ditangkap setelah 10 tahun buron: Kasus 355 kg ganja kembali buka luka lama perang narkoba di Indonesia

Prabowo juga menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik korupsi di kabinetnya.

“Saya tidak ragu-ragu, saya akan hadapi kalau koruptor, maling, saya hadapi bersama rakyat Indonesia,” tambahnya.

Jejak reshuffle di tahun pertama pemerintahan

Ultimatum Prabowo muncul di tengah catatan panjang tiga kali reshuffle kabinet yang sudah dilakukan sejak dirinya dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2024.

Langkah-langkah ini menegaskan pola kepemimpinan Prabowo yang disiplin, cepat bereaksi, dan tak segan mengganti pejabat yang dianggap tidak sejalan dengan visi pemerintahannya.

Baca Juga: Pemerintah luncurkan Program Magang Nasional: 26 ribu posisi sudah dibuka, gaji setara UMK dan jaminan sosial disiapkan

Reshuffle pertama: Februari 2025

Reshuffle pertama dilakukan pada 19 Februari 2025, ketika Prabowo mengganti Satryo Soemantri Brodjonegoro dengan Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Perubahan itu dilakukan setelah muncul polemik internal di kementerian.

“Demi Allah saya bersumpah akan setia kepada UUD 1945 serta menjalankan segala peraturan dengan selurus-lurusnya,” ucap Brian saat pelantikan di Istana Negara.

Halaman:

Tags

Terkini