Di balik keputusan Prabowo serahkan Bapanas ke Menteri Pertanian: Arief Prasetyo dapat tugas baru

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 13 Oktober 2025 | 19:15 WIB
Posisi Arief Prasetyo Adi (kiri) sebagai Kepala Bapanas kini resmi digantikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) (Instagram/badanpangannasional - Instagram/a.amran_sulaiman)
Posisi Arief Prasetyo Adi (kiri) sebagai Kepala Bapanas kini resmi digantikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) (Instagram/badanpangannasional - Instagram/a.amran_sulaiman)

GENMILENIAL.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan dengan hormat Arief Prasetyo Adi dari jabatan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Posisi tersebut kini diisi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/P Tahun 2025 yang ditetapkan di Jakarta pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Langkah ini menarik perhatian publik lantaran Arief dikenal sebagai figur aktif dalam menjaga stabilitas pangan nasional, termasuk dalam pengelolaan pasokan beras.

Baca Juga: Sidang praperadilan Nadiem Makarim masuki babak akhir, publik nantikan putusan hakim

Tugas baru untuk Arief Prasetyo

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pergantian ini bukan karena persoalan kinerja, melainkan adanya penugasan baru yang akan diberikan kepada Arief.

“Sebenarnya fungsi dari tugas badan pangan itu kan dulu memang ada di Kementerian Pertanian,” ujar Prasetyo kepada wartawan, Minggu 12 Oktober 2025.

“Karena Mas Arief sedang ingin kita tugaskan di tempat yang lain, maka kemudian fungsi itu langsung dijabat oleh Menteri Pertanian,” lanjutnya.

Ia memastikan, pergantian ini tidak akan mengganggu kinerja lembaga pangan nasional karena selama ini Bapanas dan Kementerian Pertanian telah berkoordinasi erat dalam berbagai program strategis.

Baca Juga: Prabowo bahas devisa ekspor dan stimulus rakyat dalam rapat tertutup di Kertanegara

Evaluasi gudang beras dan kebijakan pangan nasional

Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo juga menyinggung perlunya evaluasi terhadap mutu beras dan kondisi gudang penyimpanan milik Perum Bulog.

“Perlu kita sadari bahwa gudang-gudang kita beberapa memang perlu perbaikan, termasuk pembangunan gudang baru di 100 lokasi,” katanya.

Pemerintah berencana mempercepat pembangunan infrastruktur penyimpanan tersebut menjelang panen raya agar pasokan pangan tetap aman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X