Prabowo ultimatum menteri ‘nakal’: Tiga kali peringatan langsung reshuffle, sinyal tegas di tahun pertama pemerintahan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 23:12 WIB
Menyoroti langkah Presiden RI, Prabowo Subianto dalam kebijakan reshuffle atau penggantian menteri di Kabinet Merah Putih (Instagram.com/@prabowo)
Menyoroti langkah Presiden RI, Prabowo Subianto dalam kebijakan reshuffle atau penggantian menteri di Kabinet Merah Putih (Instagram.com/@prabowo)

Reshuffle kedua: September 2025

Langkah besar dilakukan pada 8 September 2025, ketika Prabowo mengganti lima menteri sekaligus, termasuk nama besar seperti Sri Mulyani, Budi Gunawan, Budi Arie Setiadi, Abdul Kadir Karding, dan Dito Ariotedjo.

Baca Juga: KPK respons isu mark up proyek Whoosh usai Mahfud MD ungkap perbedaan hitungan Indonesia dan China

Beberapa posisi strategis kemudian diisi tokoh baru seperti:

  • Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
  • Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
  • Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi.
  • Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah.
  • serta Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.

Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat koordinasi dan efisiensi lintas kementerian.

Reshuffle ketiga: September 2025 (gelombang akhir tahun)

Prabowo kembali melakukan reshuffle terbatas pada 17 September 2025, mengganti satu menteri, dua wakil menteri, dan dua kepala badan.

Baca Juga: 'Menembus ujung Subang': Kang Rey tepis isu ketimpangan lewat Saba Desa Blanakan

Erick Thohir dipindahkan dari posisi Menteri BUMN menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, sementara kursi Menko Polhukam akhirnya diisi oleh Djamari Chaniago.

Tokoh lain yang dilantik antara lain Afriansyah Noor (Wamenaker) dan Rohmat Marzuki (Wamen LHK).

Konsolidasi ini memperlihatkan strategi Prabowo dalam menata ulang struktur pemerintahan agar lebih solid menghadapi tantangan ekonomi dan politik pada 2026.

Sinyal tegas menuju evaluasi kabinet jilid empat?

Meski belum ada konfirmasi resmi, pernyataan Prabowo di Bandung dinilai banyak pihak sebagai isyarat dini reshuffle jilid keempat.

Baca Juga: Belajar data sejak dini, kunci mempersiapkan generasi siap hadapi dunia kerja berbasis data

Fokus utamanya diprediksi pada evaluasi kinerja dan efisiensi birokrasi menjelang tahun kedua pemerintahannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X