Langkah ini juga sejalan dengan rekomendasi ahli gizi Tan Shot Yen yang menyarankan agar BGN menggandeng dinas kesehatan dan puskesmas dalam supervisi dan evaluasi, sekaligus melibatkan kantin sekolah untuk mendukung distribusi makanan bergizi.
Verifikasi lapangan lebih ketat
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan verifikasi dapur MBG kini akan dilakukan langsung ke lapangan.
“Sebelumnya SPPG bisa kirim foto, sekarang kami turunkan tim untuk inspeksi satu per satu. Kalau tidak memenuhi syarat, langsung ditutup,” tegasnya.
Dengan serangkaian langkah baru ini, pemerintah berharap kasus keracunan tidak lagi mencoreng pelaksanaan MBG.
Transparansi, higienitas, serta peran aktif masyarakat menjadi kunci agar program bisa berjalan aman, sehat, dan tepat sasaran.***