GENMILENIAL.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Kali ini kritik tajam datang dari dr. Tan Shot Yen, pakar gizi masyarakat, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin 22 September 2025.
Tan menilai pelaksanaan MBG masih menyimpan banyak masalah, mulai dari kualitas menu, kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga lemahnya pengawasan.
Empat reformasi MBG versi dr. Tan Shot Yen
1. Hentikan distribusi makanan kering.
Menurutnya, MBG tak boleh bergantung pada produk ultra-processed food (UPF) yang miskin nilai gizi.
Baca Juga: 11 Siswa SD di Subang diduga keracunan usai santap MBG, Dinkes kirim sampel ke laboratorium
2. Hentikan SPPG potensial.
Tan menegaskan dapur-dapur baru yang belum teruji tidak layak langsung melayani ribuan siswa.
3. Hentikan SPPG bermasalah.
Ia menyebut banyak ahli gizi di SPPG masih fresh graduate dan minim pengalaman.
“Ahli gizinya baru lulus, ditanya pun banyak yang nggak ngerti. Kualitasnya ya... anak sekarang bilangnya ngehe,” ujar Tan di hadapan anggota dewan.
4. Perketat monitoring.
Ia menekankan perlunya sistem evaluasi dan supervisi yang akuntabel.