MBG jadi program prioritas tapi serapan minim, Menkeu Purbaya desak BGN rutin lapor ke publik

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 18 September 2025 | 03:35 WIB
Menkeu Purbaya minta BGN rutin melaporkan penyerapan anggaran realisasi MBG dan percepatannya (Instagram/lps_idic)
Menkeu Purbaya minta BGN rutin melaporkan penyerapan anggaran realisasi MBG dan percepatannya (Instagram/lps_idic)

GENMILENIAL.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti rendahnya penyerapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 10 September 2025, Purbaya menilai transparansi anggaran MBG perlu ditingkatkan.

Ia bahkan mewajibkan Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan laporan rutin kepada publik.

“Ada yang dikomplain tadi, MBG penyerapannya rendah. Saya tanya keuangan katanya bagus, tapi ternyata enggak, jelek,” ujar Purbaya.

Baca Juga: Fuad Bawazier: Tuntutan rakyat butuh waktu untuk diselesaikan, harus dimulai dari akar masalah

Untuk itu, ia menegaskan akan menggelar jumpa pers bulanan bersama Kepala BGN Dadan Hindayana agar masyarakat mengetahui perkembangan penyerapan anggaran.

“Kalau penyerapannya jelek, nanti Kepala BGN yang jelaskan ke publik, saya ada di sebelahnya,” tambahnya.

Selain MBG, Purbaya juga menegaskan program lain yang serapannya lambat akan dipercepat.

Ia bahkan siap mengirim tim khusus untuk membantu penyusunan kebijakan anggaran di kementerian atau lembaga terkait.

Baca Juga: Menkeu Purbaya soroti Rp425 triliun mengendap di BI, sebut biang susahnya cari kerja di RI

“Kalau mereka tidak bisa menyusun program kerjanya, kami akan kirim orang ke sana supaya jalannya cepat. Kami akan monitor secara reguler,” tegasnya.

Program MBG sendiri telah berjalan sejak 6 Januari 2025 dengan anggaran awal Rp71 triliun, kemudian mendapat tambahan Rp50 triliun sehingga total menjadi Rp121 triliun.

Adapun target penerima manfaat MBG hingga akhir tahun sebanyak 82,9 juta orang melalui 30.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Namun, realisasi pada semester I 2025 baru mencapai Rp5 triliun dengan 5,58 juta penerima manfaat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X