Kritik pedas dr. Tan Shot Yen soal MBG: Dari SPPG yang bermasalah hingga tuntutan transparansi anggaran

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 25 September 2025 | 16:29 WIB
Pelaksanaan MBG dikritik ahli gizi di depan DPR (Instagram/badangzinasional.ri)
Pelaksanaan MBG dikritik ahli gizi di depan DPR (Instagram/badangzinasional.ri)

Baca Juga: APINDO Subang bidik sinergi UMKM dan industrialisasi, siapkan Balai Latihan Kerja untuk tenaga lokal

Rekomendasi untuk Perbaikan

Lebih lanjut, dr. Tan memberikan sejumlah rekomendasi agar MBG tidak berakhir menjadi proyek formalitas.

  • Tidak terpaku pada SPPG. Di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), kata Tan, lebih realistis mengoptimalkan kantin sekolah daripada membangun dapur miliaran.
  • Gandeng Dinas Kesehatan. Pelaksanaan MBG dinilai perlu melibatkan puskesmas untuk supervisi dan evaluasi, bukan hanya BPOM.
  • Transparansi anggaran. Ia mendesak keterbukaan publik soal dapur, penyedia, dan pengelolaan dana MBG.
  • Edukasi gizi. Tan menegaskan MBG harus diiringi pendidikan makan sehat agar anak-anak tak lagi membuang sayur.

Baca Juga: Muskab ke-7 APINDO Subang: Dorong sinergi industri dan UMKM di era industrialisasi

Menurutnya, tanpa perbaikan mendasar, program prioritas pemerintah itu hanya akan melahirkan masalah baru.

“Buktikan ada edukasi, jangan sekadar membagikan makanan,” tegasnya.

Kritik ini muncul di tengah maraknya kasus keracunan MBG di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, Yogyakarta, hingga NTB. Situasi tersebut membuat desakan reformasi program semakin kuat.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X