GENMILENIAL.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diterpa masalah serius. Di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, tercatat 411 siswa keracunan, dengan 47 masih dirawat inap dan 364 lainnya diperbolehkan rawat jalan.
Kasus ini bahkan sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Lagu lama yang terus berulang
Keracunan akibat MBG bukanlah insiden tunggal. Dalam sepekan terakhir, kasus serupa juga terjadi di Gunungkidul (19 siswa), Sumbawa (127 siswa), Baubau (37 siswa), Lamongan (13 siswa), hingga Garut (194 siswa).
Baca Juga: Hari Tani Nasional ke-65: SPI dorong reforma agraria dengan 8 tuntutan di aksi damai Monas
Deretan kejadian ini menegaskan problem keamanan pangan MBG belum terselesaikan.
Jawaban konsisten Kepala BGN
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut penyebab utama keracunan adalah SPPG baru yang belum berpengalaman memasak dalam porsi besar.
“Biasanya masak untuk 1–10 orang, langsung ke 1.000–3.000. Butuh waktu untuk membiasakan hingga kematangannya cukup,” ujarnya.
Dadan meminta dapur baru melayani sedikit sekolah dulu sebelum menambah cakupan, serta pergantian supplier dilakukan bertahap.
Baca Juga: Unsri bekukan Himateta imbas video cium kening: 15 mahasiswa diperiksa, investigasi jalan terus
Waka BGN bentuk tim investigasi khusus
Menanggapi kasus Cipongkor, Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang langsung mengumumkan pembentukan Tim Investigasi Khusus Keamanan Pangan.
“Tim ini sebagai second opinion, sebelum hasil BPOM keluar kami sudah bisa mengidentifikasi penyebab anak-anak sakit,” kata Nanik, Senin 22 September 2025.