GENMILENIAL.ID - Aksi demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025 di Jakarta dan sejumlah daerah masih menyisakan polemik.
Setelah kericuhan yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum, kini muncul laporan tiga orang dinyatakan hilang diduga terkait aksi tersebut.
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyebut tiga nama yang hilang yakni Bima Permana Putra, terakhir terlihat di kawasan Glodok, Jakarta Barat, serta Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syaputradewo yang diketahui terakhir berada di sekitar Kwitang, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Luka lama monarki belum pulih, demo Gen Z Nepal 2025 berujung krisis politik
Polda Metro Jaya buka posko orang hilang
Menanggapi laporan itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menyampaikan pihaknya membuka posko pengaduan orang hilang yang beroperasi 24 jam penuh.
“Kami mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga atau kerabat agar segera melaporkan, baik langsung ke posko maupun melalui nomor hotline 0812-8559-9191,” kata Ade Ary, Minggu 14 September 2025.
Ia menegaskan posko ini menjadi langkah cepat kepolisian untuk mempercepat penanganan sekaligus memberi kepastian bagi keluarga yang masih menunggu kabar.
Baca Juga: KBRI Dhaka siapkan rencana kontinjensi untuk WNI di Nepal
Menko Kumham Imipas koordinasi dengan Polri
Sementara itu, Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan sudah berkoordinasi dengan Polri terkait kasus ini.
“Kami pagi ini melakukan koordinasi dengan Polda dan juga Mabes Polri mengenai keberadaan dari tiga orang itu. Nama-namanya kan sudah dimiliki oleh kepolisian dan juga disebut-sebut oleh KontraS,” ujar Yusril dalam konferensi pers, Senin 16 September 2025.
Namun, Yusril menyebut hingga saat ini belum ada keluarga dari ketiga orang hilang tersebut yang melapor.
Baca Juga: Zita Anjani pamer kegiatan sosial, netizen sebut upaya perbaiki citra