Suara driver: "Anyep, dipotong 20 persen plus bayar Rp3.000”
Irfan dari komunitas Lintas Gadjah Mada menilai aplikator kerap memberlakukan program berbayar agar driver bisa mendapat order.
Tanpa ikut program, mereka disebut sulit dapat penumpang.
Baca Juga: Penambangan di Raja Ampat beroperasi lagi, Menteri LH pastikan dampak PT GAG Nikel bisa dimitigasi
“Dipaksa bayar Rp3.000–Rp20 ribu, dipotong 20 persen, ditambah 5 persen asuransi yang enggak pernah jelas. Driver jadi anyep,” keluh Irfan dalam rapat di DPR.
Hal senada diungkapkan Kemet dari Aliansi Pengemudi Online Bersatu. Menurutnya, ojol hingga kini bekerja tanpa jaminan keamanan dan kesejahteraan.
“Belum pernah ada perlindungan keselamatan bagi kami. Pemerintah seolah tidak menganggap kami ada,” ujarnya.
Dengan aksi besar besok, publik menunggu apakah suara ribuan driver ojol mampu menggoyang kebijakan transportasi online di Indonesia.***