Suara driver: "Anyep, dipotong 20 persen plus bayar Rp3.000”
Irfan dari komunitas Lintas Gadjah Mada menilai aplikator kerap memberlakukan program berbayar agar driver bisa mendapat order.
Tanpa ikut program, mereka disebut sulit dapat penumpang.
Baca Juga: Penambangan di Raja Ampat beroperasi lagi, Menteri LH pastikan dampak PT GAG Nikel bisa dimitigasi
“Dipaksa bayar Rp3.000–Rp20 ribu, dipotong 20 persen, ditambah 5 persen asuransi yang enggak pernah jelas. Driver jadi anyep,” keluh Irfan dalam rapat di DPR.
Hal senada diungkapkan Kemet dari Aliansi Pengemudi Online Bersatu. Menurutnya, ojol hingga kini bekerja tanpa jaminan keamanan dan kesejahteraan.
“Belum pernah ada perlindungan keselamatan bagi kami. Pemerintah seolah tidak menganggap kami ada,” ujarnya.
Dengan aksi besar besok, publik menunggu apakah suara ribuan driver ojol mampu menggoyang kebijakan transportasi online di Indonesia.***
Artikel Terkait
Soal driver ojol tewas dilindas rantis Brimob, Mahfud MD sebut kesalahan bukan di pendemo dan anggota
Prabowo sampaikan duka, pemerintah pastikan keluarga Affan ojol dapat perhatian khusus
Prabowo kecewa tindakan aparat, pastikan keluarga ojol Affan dapat perlindungan dan penegakan hukum tegas
ESAI: Jakarta, ojol, dan bayangan kehilangan
Ojol Subang gelar seribu lilin untuk Affan, Kapolres janji proses transparan
H. Anharudin apresiasi aksi damai ojol dan mahasiswa Subang, tegaskan siap kawal tuntutan
Pemerintah siapkan 17 paket stimulus ekonomi 2025-2026, dari magang fresh graduate hingga jaminan mitra ojol