Nuni Nurbayani menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa keterbukaan informasi adalah hak setiap warga negara.
“Dengan adanya kerja sama ini, kami berharapdapat menjangkau lebih banyak komunitas, terutama perempuan muda, agar semakin sadar akan pentingnya akses terhadap informasi yang benar dan akurat,” ungkapnya.
Komisioner KI Jabar lainnya, Erwin Kustiwan, menambahkan bahwa sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan informasi.
“Kami siap berkolaborasi dengan PWNA Jabar untuk mendorong keterbukaan informasi publik. Dengan keterlibatan organisasi seperti PWNA, kami yakin pesan keterbukaan informasi dapat lebih luas tersampaikan,” ujar Erwin.
BKKBN Jabar dan KI Jabar sepakat tingkatkan keterbukaan informasi
Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, juga melakukan silaturahmi ke KI Jawa Barat pada Selasa, 12 Maret 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Husni Farhani Mubarok menegaskan bahwa peran strategis BKKBN dalam membangun bangsa tidak terlepas dari transparansi dan keterbukaan informasi.
“Kebaikan bangsa ini dimulai dari kebaikan dalam keluarga, di situlah posisi strategis BKKBN,” ujar Husni.
Dadi Ahmad Roswandi menambahkan bahwa pihaknya telah mengelola Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) secara aktif dan siap meningkatkan keterbukaan informasi publik.
“Kami menyediakan banyak informasi publik, terutama dalam mendukung program
strategis kementerian, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Gerakan Lansia Berdaya (SiDaya), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dan Super Apps Keluarga Indonesia,” jelas Dadi.
Baca Juga: Pelibatan TNI dalam penanganan narkotika: Upaya strategis atau ancaman demokrasi?
Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk terus menguatkan kerja sama guna memastikan keterbukaan informasi di BKKBN Jabar semakin meningkat.
Sinergi lintas lembaga untuk masa depan transparansi