news

Terima kunjungan Dubes AS untuk RI, Muhammadiyah pesan perdamaian Israel dan Palestina

Selasa, 17 Desember 2024 | 12:37 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menerima kunjungan Dubes Amerika Serikat (AS) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jl. Menteng Raya, No. 62, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Desember 2024

GENMILENIAL.ID - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jl. Menteng Raya, No. 62, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Desember 2024

Kunjungan rombongan Dubes disambut hangat oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah didampingi Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, dan Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Izzul Muslimin. 

Sementara itu rombongan Dubes AS untuk Republik Indonesia dipimpin oleh Dubes AS untuk RI Kamala Shirin Lakhdir, Konsul Politik David Muekhle, Frederick Hawkins, dan Politik Spesialis Aang Abu Bakar.

Baca Juga: DPRD Subang gelar Rapat Paripurna Raperda Perlindungan dan Pemenuhan Hak Disabilitas, Pj. Bupati sampaikan hal ini

Secara terbuka Haedar meminta AS melalui Dubes Kamala untuk concern terhadap kemerdekaan Palestina. 

Muhammadiyah menghendaki perdamaian untuk semua bangsa. Khususnya konflik Israel dan Palestina, Muhammadiyah meminta solusi dua negara berdaulat. 

“Karena kami tahu Amerika memainkan peran tentang hak asasi manusia, perdamaian, dan juga tatanan dunia baru,” katanya.

Haedar menjelaskan, konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina berdampak luas sampai ke Indonesia dan ASEAN. 

Baca Juga: 3 Fakta pemecatan PDIP terhadap Jokowi, salah satunya partai ‘Banteng’ itu juga keluarkan anak dan mantu sang Presiden RI ke-7

Oleh karena itu banyak pihak harus berpartisipasi memberikan solusi untuk mengatasi masalah konflik kemanusiaan ini.

“Kita juga berbagai ketika terjadi konflik termasuk di Rohingnya, Philipin dan lain sebagainya. Muhammadiyah juga mendirikan sekolah di Lebanon untuk penyintas konflik Palestina dan Israel,” kata Haedar.

Muhammadiyah juga memberikan beasiswa bagi penyintas dari Palestina. Muhammadiyah juga ikut merasakan dampak psikologi yang dihadapi oleh para mahasiswa. 

Oleh karena itu Muhammadiyah juga ikut membangun jiwa dan perdamaian dalam diri anak-anak muda Palestina.

Baca Juga: Prabowo gelar rapat bahas Nataru: Seluruh masyarakat harus nyaman, sukacita

Halaman:

Tags

Terkini