"Aktivitas belajar di lingkungan sekolah masih diliburkan dan belajar untuk saat ini secara daring, sampai cuaca membaik," kata Edi dalam keterangannya pada akhir Agustus 2026.
"Karena kabut asap sampai saat ini masih pekat," sambungnya.
Baca Juga: Viral dugaan pelecehan berkedok konten boneka di Surabaya, korban akhirnya speak up lewat medsos
Edi mengatakan kebijakan sekolah daring diterapkan sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan kasus penyakit pernapasan atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Kita melihat ISPA di Pontianak terjadi 300 per hari, sehingga kita tidak ingin itu terjadi dan terus bertambah," beber Edi.
Meski kegiatan belajar di sekolah diliburkan, pelayanan Pemerintah Kota Pontianak tetap berjalan.
Edi menyebut aktivitas pelayanan pemerintahan tetap dilakukan, sedangkan pegawai yang sakit dapat bekerja dari rumah atau WFH.
Baca Juga: Telisik modus skandal korupsi Bupati Bolmut, diduga patok fee proyek hingga 10 persen
"Kita pasti memberikan pelayanan di Pemkot. Tapi kan kita di ruangan. Kalau yang sakit ya melalui WFH," terangnya.
Edi juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.
Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker.
"Masyarakat juga diimbau harus membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik, dan menggunakan masker jika terpaksa harus ke luar," tandas Edi.***
Artikel Terkait
Momen haru relawan di Kalbar, saksikan hujan turun usai berjuang melawan amukan karhutla
Sorotan khusus: Kalimantan dilanda karhutla, truk kayu gelondongan dilaporkan masih berkeliaran
Amukan karhutla terjang Gunung Buthak-Kawinajang di Jatim, 1.000 hektare hangus terbakar
Curhatan warga Barito Utara Kalteng, langit menguning dampak kabut asap karhutla: Ini bukan filter foto
Akses sulit karhutla di Bukit Peramas Taman Nasional Gunung Palung Kalbar: Petugas basahi area sekitar kebakaran, halau api merembet lebih luas
4.987 Warga di Pekanbaru derita ISPA, buruknya kualitas udara imbas asap karhutla jadi penyebabnya
Ramai unggahan warga Kalsel keluhkan kabut asap karhutla makin tebal: Sudah berbulan-bulan hirup asap setiap hari