Meski demikian, pemantauan terhadap kondisi mereka akan tetap dilakukan setelah kembali ke Sumatera Utara.
Baca Juga: Kronologi relawan SPPG Bengkulu tewas di sungai, ada batu di baju hingga polisi amankan rekan kerja
Pemantauan tersebut akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama dokter yang menangani keduanya di Sumatera Utara.
RSCM juga meminta agar kedua siswi diberikan ruang privasi selama menjalani proses pemulihan.
Renan Sukmawan mengimbau semua pihak tidak memberikan tekanan tambahan kepada keduanya, termasuk dengan terlalu sering melakukan wawancara ketika mereka masih menjalani masa pemulihan.
“Kita mengajak semua pihak ya untuk memberi kesempatan anak-anak, adik-adik kita ini untuk tenang kembali. Tidak diwawancara atau apa di media dan sebagainya sehingga bisa kembali beraktivitas,” ucap Renan.
Baca Juga: Jelang pilkades 165 desa di Subang, Kang Rey minta camat dan kades jaga kondusivitas
Menurut Renan, perhatian berlebihan terhadap anak yang masih berusia remaja juga dapat menjadi hal yang tidak nyaman dari sisi psikiatris.
“Dengan usia remaja seperti ini, menjadi pusat perhatian juga bisa menjadi hal yang tidak nyaman dari segi psikiatris,” tutupnya.***
Artikel Terkait
RDP dugaan keracunan MBG di DPRD Karo memanas, orang tua siswa tuntut tanggung jawab SPPG
Kasus keracunan MBG terus berulang, Mahfud MD desak BGN tegas proses pidana SPPG biang masalah
Diduga keracunan menu MBG basi, 137 siswa-guru SMAN 1 Tunjungan di Blora alami diare massal
Pengakuan orang tua di Pati, anaknya alami mual-muntah hingga mimisan usai diduga keracunan MBG
Usai viral keracunan massal imbas dugaan MBG basi di Pati, 59 siswa kini jalani rawat inap pada 4 RS
Kecilkan dapur MBG, perluas kesempatan usaha untuk rakyat
Kepala BPOM sebut MBG lebih dari 4 jam masuk kategori basi: Kualitas makanan menurun