GENMILENIAL.ID — Faturohman (18 tahun) atau Fatur, pelajar kelas 12 SMA atau Madrasah Aliyah, mengungkap pengalaman yang dialaminya saat kericuhan terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 27 Agustus 2026 malam.
Fatur mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal setelah sejumlah orang masuk ke area gang rumahnya.
Saat itu, ia sedang berada di luar rumah dan tiba-tiba ditarik hingga diseret keluar dari gang menuju area gedung DPR.
Cerita tersebut disampaikan Fatur dalam sebuah video yang diunggah oleh gurunya, Fahmi, melalui akun Instagram @achmadfahmichannel pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Fatur mengaku tiba-tiba ditarik dari gang
Fatur mengatakan sejumlah orang masuk ke area gang rumahnya ketika kericuhan berlangsung. Menurut dia, jumlah orang yang berada di lokasi bahkan mencapai ratusan.
“Posisinya lagi berdiri, bukan di luar (gang). Saya diseret dari sini sampai ke luar sana,” ucap Fatur.
Ia kemudian menjelaskan bahwa kelompok tersebut mengaku sebagai intel yang datang dari gedung DPR.
Fatur menyebut dirinya dibawa dari gang menuju DPR sebelum kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya.
“Banyak (orang), ramai. Ramai sampai ratusan orang lah,” kata Fatur.
“Mereka mengakunya intel. Ngakunya intel dateng dari DPR. Pertama dari gang sini dibawa ke DPR, terus lanjut dibawa ke Polda Metro Jaya,” lanjutnya.
Mengaku dipaksa jadi provokator
Artikel Terkait
BEM UI dan 25 aliansi demo di Bundaran HI, tuntut keadilan ekonomi dan status bencana nasional
Bamus Betawi minta warga Pati tak demo di Jakarta, ajak jaga ketertiban
ESAI: OTT Rektor Unsoed dan kotak pandora jalur mandiri, beranikah KPK membongkar kampus lain?
Demo 27 Agustus: Polisi amankan sejumlah orang yang diduga bakal buat kerusuhan
RUU Perampasan Aset ditarget ketok 15 Desember 2026, DPR buka ruang masukan publik
Sepakati RUU Perampasan Aset selesai pada 15 Desember 2026, Dasco CS siap mundur apabila melewati tenggat waktu
Korban tewas ricuh Pejompongan sehari-hari jualan cermin, terungkap sudah tutup lapak sejak sore usai banyak massa berdatangan