Kerugian Rp1,1 miliar, Tim URC Macan Blambangan bongkar aksi jaringan modus pecah kaca di Banyuwangi hingga Malaysia

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:48 WIB
Tim URC Macan Blambangan Polresta Banyuwangi berhasil menangkap pelaku curat modus pecah kaca lintas provinsi dan negara (Dok. Istimewa)
Tim URC Macan Blambangan Polresta Banyuwangi berhasil menangkap pelaku curat modus pecah kaca lintas provinsi dan negara (Dok. Istimewa)

Baca Juga: Saatnya kita yang bergerak, bantu mitra jurnalis Promedia korban gempa NTT

Nasabah dibuntuti setelah tarik uang

Target komplotan tersebut merupakan nasabah yang baru saja menarik uang dalam jumlah besar dari teller bank.

Saat korban melakukan transaksi, anggota komplotan lainnya disebut berpura-pura melakukan transaksi dengan nominal kecil.

Cara tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri calon korban sebelum kemudian diteruskan kepada eksekutor.

Setelah korban meninggalkan bank dan menuju kendaraannya, pelaku mengikuti hingga menemukan kesempatan untuk melakukan pencurian.

Baca Juga: Rekam jejak polisi di Wonogiri yang jadi tersangka pelecehan hingga kini dijatuhi sanksi demosi 10 tahun

“Eksekusi dilakukan saat kendaraan ditinggal pemiliknya dan pelaku menggunakan cincin bermata tajam atau mencongkel pintu mobil menggunakan kunci T, dan tersangka kedua akan bersiap sebagai pengemudi untuk melarikan diri,” jelas Lanang.

Dengan modus tersebut, pelaku dapat mengambil uang yang ditinggalkan korban di dalam kendaraan ketika pemiliknya sedang tidak berada di mobil.

Jejak aksi terendus hingga Malaysia

Pengembangan kasus kemudian menemukan dugaan aksi pencurian di sejumlah wilayah lain. Polisi mencatat lokasi kejadian di antaranya Jember, Pasuruan, Situbondo dan Bukittinggi.

Tidak hanya di Indonesia, jaringan tersebut juga diduga menjalankan aksinya di Malaysia.

Baca Juga: Viral aksi para siswa SD di NTT sambut kepala dinas dari seberang sungai: Ayo maju, jangan ragu!

Polisi menyebut dugaan kejadian di Malaysia antara lain berlangsung di sekitar Johor Bahru pada 20 Oktober 2025.

Sementara di Sarawak, dugaan aksi terjadi di empat kota, yakni Bintulu, Sarikei, Sibu dan Kuching dalam rentang 6 hingga 26 Juni 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X