Saat karhutla tak kunjung usai, warga sigap ambil langkah spiritual lewat shalat istisqa

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:40 WIB
Meluasnya karhutla, mendorong warga Riau menggelar shalat istisqa pada Rabu, 26 Agustus 2026, sebagai ikhtiar spiritual memohon hujan (Threads/@husnitamrinofficial_)
Meluasnya karhutla, mendorong warga Riau menggelar shalat istisqa pada Rabu, 26 Agustus 2026, sebagai ikhtiar spiritual memohon hujan (Threads/@husnitamrinofficial_)

GENMILENIAL.ID — Di tengah upaya teknis pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), warga di sejumlah wilayah mengambil langkah spiritual dengan menggelar shalat istisqa sebagai ikhtiar memohon hujan.

Pemerintah Kota Pekanbaru menerbitkan surat edaran pelaksanaan shalat istisqa secara serentak pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Langkah tersebut dilakukan di tengah kabut asap yang dirasakan masyarakat akibat karhutla.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyampaikan kabut asap yang dirasakan masyarakat tidak hanya dipengaruhi titik api di wilayah kota.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar dikabarkan mundur dari jabatan Menteri Agama, siap maju jadi ketua umum PBNU

Asap juga disebut terbawa arah angin dari titik kebakaran di wilayah lain.

Karena itu, doa yang dipanjatkan melalui shalat istisqa tidak hanya ditujukan untuk Pekanbaru, tetapi juga untuk keselamatan masyarakat dan para petugas pemadam yang berada di berbagai daerah.

"Doa yang kami panjatkan tidak terbatas untuk Pekanbaru saja, kami memohon agar hujan turun di seluruh daerah yang membutuhkan, api segera padam, dan para petugas di lapangan senantiasa diberikan keselamatan serta kekuatan," ujar Agung.

Shalat istisqa digelar di sejumlah daerah

Pelaksanaan shalat istisqa juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Siak pada waktu yang sama.

Baca Juga: Pabrik tahu di Blok Sukaasih Subang terbakar, api berasal dari dapur penggodokan kedelai

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kabut asap akibat karhutla yang disebut kian memburuk hingga mencapai level berbahaya.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, menyebut wilayahnya telah lebih dari 35 hari tidak turun hujan dan dikepung asap kiriman.

"Siak sudah lebih 35 hari tidak turun hujan dan dikepung asap kiriman. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, segera menurunkan hujan di lokasi-lokasi titik api, semoga asap segera pergi," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X