Duh! Warga Banjarbaru keluhkan asap pekat karhutla selimuti jalan raya: Kalau laju bahaya, bisa kecelakaan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:55 WIB
Menyoroti viralnya penampakan asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti viralnya penampakan asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Instagram.com/@undercover.id)

GENMILENIAL.IDKabut asap pekat dampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, hingga mengganggu jarak pandang pengguna jalan.

Kondisi tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman, asap tampak menyelimuti kawasan jalan raya sehingga membuat pandangan pengendara menjadi terbatas.

Kabut asap yang menyelimuti Banjarbaru disebut membuat jarak pandang hanya sekitar 10 meter. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena pengguna jalan harus lebih berhati-hati ketika melintas.

Baca Juga: Gempa M 3,6 guncang Bantul DIY, 20 kereta api berhenti luar biasa

Akun Instagram @undercover.id turut mengunggah kondisi tersebut pada Kamis, 20 Agustus 2026.

"Kabut asap pekat Karhutla selimuti Banjarbaru, jarak pandang hanya 10 meter," tulis akun tersebut.

Kabut asap kali ini disebut sebagai salah satu kondisi terparah sejak karhutla melanda wilayah Banjarbaru.

Dampaknya terutama dirasakan di kawasan Kecamatan Landasan Ulin, Liang Anggang, Pengayuan, hingga wilayah perbatasan Banjarbaru dengan Kabupaten Tanah Laut.

Baca Juga: ESAI: Keracunan MBG terus berulang, pecah dapur 3.000 porsi, sebarkan manfaat ekonominya

Jarak pandang hanya 5-10 meter

Kepala Dinas Pertanian Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, membenarkan kondisi kabut asap yang membuat jarak pandang pengguna jalan sangat terbatas.

Menurut Syamsir, jarak pandang di tengah kepulan asap karhutla hanya berkisar 5 hingga 10 meter.

"Kabut asap ini sangat pekat. Jarak pandang hanya sekitar 5 sampai 10 meter saja," ujar Syamsir dalam keterangannya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan, harus dilakukan dengan lebih hati-hati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X