“Sangat menyesal dan siap menerima hukuman apapun,” ucap FS sambil menangis.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa peredaran obat keras harus menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada meningkatnya kriminalitas.
“Sudah jelas, kecanduan tramadol bisa membuat orang nekat melakukan kejahatan,” kata KDM.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melawan peredaran obat terlarang di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: Viral komplotan begal di Cibitung Bekasi diringkus usai diduga gasak Rp30 juta milik korban
“Yuk kita semua harus berani melawan seperti warga yang berani membongkar peredaran obat di lingkungannya,” tegasnya.
Selain itu, Dedi memastikan akan membantu keluarga korban, termasuk pendidikan anak korban. Ia juga berkomitmen membantu anak pelaku agar tidak kehilangan masa depan.***
Artikel Terkait
Komplotan begal sadis 20 TKP dibekuk, Kapolres Subang: Tak ada ruang untuk kejahatan jalanan
Kasat Reskrim Polres Subang beberkan kronologi sadis begal 5 TKP semalam, polisi perketat patroli jalanan
Skandal kopilot Malaysia yang diduga kerja sampingan jadi kurir narkoba ke RI: Sempat terciduk bawa 26 kg ekstasi
Polres Subang ungkap 21 kasus narkoba, 26 tersangka ditangkap dan sabu 146 gram disita
Kapal pengangkut narkoba di Bintan kena sergap, 65 karung berisi 1.300 bungkus teh Cina kini diamankan BNN
Begal maut di jalur sepi Subang dibekuk, 2 pelaku terancam seumur hidup, KDM murka siap tahan bantuan desa
KDM gaspol tes urine pelajar se-Jabar usai kasus begal maut Subang