Aksi pembegalan dilakukan di kawasan kebun tebu Purwadadi yang sepi. Pelaku menumpang truk sebelum turun dan menunggu korban yang melintas.
“Saat tiba di kebun tebu, saya standby di jalan menunggu motor lewat, lalu dipukul pakai bambu,” ungkap FS.
Namun aksi tersebut berujung fatal. Pukulan yang seharusnya diarahkan ke tangan justru mengenai wajah korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
“Motor melaju kencang, saya tak nyangka pukulan kena muka sampai korban tewas,” ucapnya.
Setelah korban terjatuh, pelaku menguasai sepeda motor dan menjualnya di wilayah Pabuaran seharga Rp 3,65 juta.
Uang hasil kejahatan untuk beli obat
FS mengungkapkan uang hasil penjualan motor digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk membeli obat keras.
“Saya jual motor Rp 3,65 juta. Sebagian buat kebutuhan, sisanya beli obat di Parongpong,” katanya.
Ia juga mengaku sempat ditangkap dalam kasus narkoba sebelum akhirnya terungkap sebagai pelaku begal.
“Saya sempat ditangkap dan direhab, lalu ketahuan sebagai pelaku begal,” ujarnya.
Penyesalan di hadapan KDM
Di hadapan Dedi Mulyadi, kedua pelaku mengaku menyesal atas perbuatannya yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Baca Juga: Pemprov DKI bongkar JPO di Rasuna Said usai viral disebut 'Love-Hate Relationship', kenapa ya?
Artikel Terkait
Komplotan begal sadis 20 TKP dibekuk, Kapolres Subang: Tak ada ruang untuk kejahatan jalanan
Kasat Reskrim Polres Subang beberkan kronologi sadis begal 5 TKP semalam, polisi perketat patroli jalanan
Skandal kopilot Malaysia yang diduga kerja sampingan jadi kurir narkoba ke RI: Sempat terciduk bawa 26 kg ekstasi
Polres Subang ungkap 21 kasus narkoba, 26 tersangka ditangkap dan sabu 146 gram disita
Kapal pengangkut narkoba di Bintan kena sergap, 65 karung berisi 1.300 bungkus teh Cina kini diamankan BNN
Begal maut di jalur sepi Subang dibekuk, 2 pelaku terancam seumur hidup, KDM murka siap tahan bantuan desa
KDM gaspol tes urine pelajar se-Jabar usai kasus begal maut Subang