Menurut pengakuan korban, kejadian terakhir terjadi sekitar satu minggu sebelum kasus ini terungkap.
Terjadi berulang di berbagai lokasi
Aksi tersebut disebut terjadi berulang kali, baik di dalam rumah saat sepi maupun di luar rumah.
Baca Juga: BRI tancap gas lewat BRIvolution Reignite, perkuat peran dorong ekonomi kerakyatan
Korban bahkan mengaku beberapa kejadian terjadi di area luar seperti semak-semak. Jumlah pasti kejadian sudah tidak dapat diingat korban karena terjadi berkali-kali.
Sudah dilaporkan ke polisi
Kasus ini telah dilaporkan ke pihak berwajib pada 25 Juli 2026. Saat ini, korban, keluarga, dan terduga pelaku telah diamankan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Samarinda.
Korban juga telah mendapatkan pendampingan hukum serta dukungan psikologis.
“Korban akan mendapatkan pendampingan penuh, baik secara hukum maupun psikologis,” kata Rina.***
Artikel Terkait
Fakta baru pembunuhan Juwita jurnalis asal Banjarbaru terungkap, diduga jadi korban kekerasan seksual oleh tersangka karena temuan ini
Tindak lanjut UGM dalam kasus kekerasan seksual yang dilakukan guru besarnya kepada mahasiswa sejak 2023
Buntut rudapaksa keluarga pasien RSHS, STR dokter residen pelaku kekerasan seksual dicabut Kemenkes
Karena kasus kekerasan seksual, Kemenkes hentikan sementara program residen anestesi di RSHS
Polisi dalami motif kekerasan seksual Priguna Anugerah yang tega rudapaksa korban saat ayahnya kritis
Aksi mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta soroti dugaan kekerasan seksual, tuntut transparansi kampus
Terungkap kasus kekerasan seksual ayah tiri di Surabaya, dua anak jadi korban