Kasus ceplas-ceplos lurah di Medan berujung sanksi, jadi peringatan untuk pejabat jaga sikap di hadapan warganya

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 30 Juli 2026 | 02:05 WIB
Menyoroti skandal ejekan Lurah Paya Pasir di Medan Marelan, Syerly ke warga saat mengeluhkan soal lampu jalan di wilayahnya (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti skandal ejekan Lurah Paya Pasir di Medan Marelan, Syerly ke warga saat mengeluhkan soal lampu jalan di wilayahnya (Instagram.com/@undercover.id)

Kasus ini bermula saat Wali Kota Medan, Rico Waas, meninjau perbaikan jalan di wilayah Paya Pasir, Medan Marelan, pada Selasa, 28 Juli 2026.

Baca Juga: Satpam SPPG di Ciputat diduga jual 1.700 ompreng MBG untuk beli narkoba, gimana awal mulanya?

Dalam kesempatan itu, seorang warga menyampaikan keluhan terkait minimnya penerangan jalan yang dinilai rawan tindak kejahatan.

Warga tersebut bahkan mengaku harus mengeluarkan biaya pribadi untuk memasang lampu jalan.

“Pak nanti izin pasang lampu ya, Pak. Gelap sekali soalnya. Banyak begal di sini. Ini empat tiang saya pasang sendiri pakai uang pribadi,” ujarnya.

Ucapan 'Cie Curhat' picu kontroversi

Alih-alih merespons serius, Syerly yang berada di lokasi justru tertawa dan melontarkan komentar yang dinilai tidak pantas.

Baca Juga: Bandingkan dengan Nadiem Makarim hingga Tom Lembong, Mahfud MD soroti penahanan Febrie Adriansyah tanpa rompi pink Kejagung

“Cie curhat dia,” ucapnya.

Ucapan tersebut terekam dalam video dan viral di media sosial. Banyak warganet menilai sikap tersebut tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik.

Peristiwa ini pun memicu kritik luas serta menjadi pengingat bagi aparatur pemerintah agar menjaga sikap, empati, dan profesionalisme saat berinteraksi dengan masyarakat.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X