Mobil belum diterima meski konsumen sudah bayar lunas, Wuling akui ada pelanggaran SOP di kasus dealer Surabaya

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 3 September 2026 | 20:49 WIB
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat mendampingi mediasi antara konsumen dengan salah satu dealer Wuling di Surabaya (Instagram/cakj1)
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat mendampingi mediasi antara konsumen dengan salah satu dealer Wuling di Surabaya (Instagram/cakj1)

GENMILENIAL.ID — Kasus pembelian mobil Wuling oleh seorang konsumen di Surabaya mencuat setelah Nancy mengaku telah melunasi pembayaran sejak Januari 2026, tetapi unit kendaraan yang dipesannya tak kunjung diterima.

Persoalan tersebut kemudian dimediasi Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji, dan menjadi perhatian setelah dibagikan melalui media sosial.

Dalam keterangan video yang diunggah Cak Ji dan dikutip pada Kamis, 3 September 2026, ia menyebut ada warga yang membeli mobil secara tunai, tetapi belum menerima kendaraan meski telah melakukan pembayaran.

Baca Juga: BGN dibayangi isu pengadaan LED dengan angka total Rp535 miliar, urgensinya masih tanda tanya

“Ada warga yang membeli mobil secara cash, namun mobil tak kunjung diberikan. Berbagai macam alasan diberikan sales mobil untuk menunda penyerahan unitnya,” tulis Cak Ji.

Nancy lunasi pembayaran sejak Januari 2026

Nancy mengatakan proses pembelian mobil tersebut bermula ketika dirinya membayar uang muka atau DP pada Desember 2025.

Setelah itu, ia diarahkan untuk melakukan pelunasan pada Januari 2026.

“Dari awal Januari 2026 itu saya sudah melakukan pelunasan 100 persen tapi sampai saat ini saya nggak terima unitnya dan nggak ada pengembalian uang dari pihak Wuling,” ucap Nancy.

Baca Juga: Duh! Sempat dikira tenda hajatan, Commuter Line klarifikasi: Ini bentuk fasilitas dan perhatian kepada pengguna stasiun

Ia menyebut pembayaran dilakukan langsung ke perusahaan, bukan ke rekening pribadi sales.

Menurut Nancy, pembayaran tersebut dilakukan ke PT Putra Perdana Indoniaga atas arahan sales bernama Raditya Febriyanto yang saat itu menjabat sebagai SPV sales.

Nancy mengaku sejak pertama kali datang ke dealer untuk melakukan test drive, proses pembelian mobilnya ditangani oleh Radit.

“Pertama saya ke sini untuk test drive, ditemui sama Pak Radit itu lalu saya di-handle sama dia. Terus DP Desember 2025 dan di Januari 2026 diminta melunasi,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X