Empat anggota perguruan silat ditangkap, polisi tegas tangani kasus pengeroyokan di Bandung

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 18 Juli 2025 | 19:52 WIB
Polrestabes Bandung mengamankan empat orang terkait pengeroyokan seorang warga di Bandung (Instagram/polrestabesbandung)
Polrestabes Bandung mengamankan empat orang terkait pengeroyokan seorang warga di Bandung (Instagram/polrestabesbandung)

GENMILENIAL.ID — Empat anggota perguruan silat ditangkap jajaran Polrestabes Bandung setelah terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap seorang pemuda bernama Muhammad Fahmi Alamsyah (20 tahun) di kawasan Jalan PHH Mustofa, tepatnya di depan Kampus Itenas, pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, mengungkapkan bahwa empat tersangka yang telah diamankan masing-masing berinisial MIH, FAF, AE, dan JP.

"Empat tersangka telah diamankan, masing-masing berinisial MIH, FAF, AE, dan JP, yang melakukan kekerasan secara bersama-sama," kata Budi dalam konferensi pers, Jumat, 11 Juli 2025.

Baca Juga: Pihak Lita Gading bantah tuduhan perundungan anak Ahmad Dhani, Kuasa Hukum: Tidak ada unsur merusak mental

Pengeroyokan bermula ketika korban menegur rombongan pelaku karena menggunakan knalpot bising dan melempar botol ke jalan.

Bukannya meminta maaf, pelaku justru tersulut emosi dan langsung melakukan kekerasan hingga korban mengalami luka di kepala dan pelipis.

“Para pelaku merupakan anggota perguruan silat dari luar kota. Mereka sedang melakukan perjalanan konvoi menuju kegiatan pengesahan anggota baru di Ujungberung,” jelasnya.

Keempat pelaku kini dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan penjara.

Baca Juga: Polisi selidiki dugaan perubahan arah CCTV di kasus kematian diplomat Arya Daru

“Kami tidak akan mentoleransi bentuk kekerasan dalam bentuk apapun. Ini komitmen kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Budi.

Aparat kepolisian menaruh perhatian khusus pada kasus ini, lantaran keterlibatan kelompok pesilat luar daerah dalam insiden kekerasan, yang disebut sering menimbulkan keresahan saat melakukan konvoi massal.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X