Metode PM-AAS diklaim dongkrak produksi padi hingga 12 ton per hektare, Subang siapkan lahan cetak sawah baru

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 3 September 2026 | 11:00 WIB
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, didampingi Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi (Kang Rey), memberikan keterangan pers kepada awak media di Kabupaten Subang, Rabu, 2 September 2026 (Dok. Istimewa)
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, didampingi Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi (Kang Rey), memberikan keterangan pers kepada awak media di Kabupaten Subang, Rabu, 2 September 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Produktivitas padi di Kabupaten Subang didorong meningkat melalui penerapan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).

Metode tersebut diklaim mampu meningkatkan hasil panen dari rata-rata 5–6 ton menjadi 11–12 ton per hektare.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, saat meninjau lahan padi dengan metode PM-AAS di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu, 2 September 2026.

Baca Juga: Duh! Kades wanita di Tambun diduga mesra dengan politisi dalam lift: Antara 'main api' atau sekadar prasangka

Kunjungan tersebut turut didampingi Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR atau Kang Rey.

Populasi tanaman hampir tiga kali lipat

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, metode PM-AAS memungkinkan peningkatan populasi tanaman padi dalam satu hektare.

Menurutnya, pola tanam konvensional biasanya menghasilkan sekitar 360 ribu rumpun per hektare. Sementara dengan metode PM-AAS, populasi tersebut dapat meningkat menjadi 800 ribu hingga 1 juta rumpun per hektare.

“Metode ini meningkatkan populasi, dari yang sebelumnya 360 ribu rumpun menjadi 800 ribu sampai satu juta,” ungkap Amran.

Baca Juga: Ponpes Manba’ul Hikam ungkap sebagian besar santri sudah kembali ke pondok usai keracunan MBG, bantah kabar ada korban meninggal dunia

Ia mengatakan setiap rumpun dapat menghasilkan sekitar 13–15 gram. Dengan populasi yang lebih tinggi, potensi produksi padi per hektare juga meningkat.

“Satu rumpun itu menghasilkan 13–15 gram. Kalau dikalikan 800 ribu atau 1 juta, maka hasilnya dapat kelihatan,” tuturnya.

Amran menambahkan, penerapan metode PM-AAS di sejumlah wilayah menunjukkan peningkatan produktivitas dari rata-rata 5–6 ton menjadi 11–12 ton per hektare.

“Ini meningkatkan dua kali lipat, yang biasanya 5 ton bisa berproduksi 11–12 ton per hektare,” terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X