Ia mengaku harus menjelaskan tujuan kedatangannya sebagai perwakilan tim hukum sekaligus membawa mandat untuk melakukan pendampingan hukum.
Dalam prosesnya, ia harus melewati sejumlah tahapan perizinan. Putri menyebutkan bahwa dirinya harus menunggu persetujuan dari beberapa pihak secara berlapis.
“Kami harus nunggu. Yang jaga di depan izin dulu, lalu masuk ke ruang tengah izin lagi dan nunggu lagi. Katanya harus dapat izin dari pimpinan,” tuturnya.
Putri bahkan menunjukkan pesan WhatsApp dari Habiburokhman kepada petugas sebagai bukti bahwa dirinya memiliki kepentingan resmi untuk bertemu korban.
Namun, ia tetap harus menunggu hingga mendapatkan persetujuan lanjutan.
Hampir tak diizinkan masuk ruang perawatan
Putri juga mengungkap bahwa dirinya hampir tidak diizinkan masuk ke kamar rawat inap korban. Ia sempat diminta untuk bertemu di luar ruangan dengan alasan kondisi kamar yang tidak rapi.
“Saya bingung kenapa harus di luar, padahal ini pasien. Namanya juga rumah sakit, kondisi seperti itu wajar,” ujarnya.
Setelah akhirnya diizinkan masuk, Putri melihat kondisi korban yang tengah menjalani perawatan.
Ia menyebut salah satu korban tampak sedang bercanda, sementara korban lainnya masih dalam kondisi diinfus dan menjalani perawatan luka.
Meski demikian, Putri mengaku merasakan adanya kejanggalan dari proses perizinan yang dinilai terlalu berlapis.
“Jujur saya merasa ada sedikit kejanggalan. Kenapa harus melalui pemeriksaan berlapis seperti ini, padahal ini korban,” ungkapnya.
Baca Juga: Sentilan tegas Prabowo pada orang kaya: Pakai Lamborghini, tidak masalah dong bayar mahal BBM
Artikel Terkait
Ratusan santri keracunan MBG di Demak, SPPG Pilangwetan ditutup dan dipasangi garis polisi
Sempat dibantah, Bareskrim tetapkan Syekh Ahmad Al Misry tersangka dugaan pelecehan 5 santri
Pengakuan mantan pengikut kiai di Pati: Doktrin hingga dugaan praktik menyimpang pada santri terungkap
Babak baru kasus pembakaran 3 santri di Lombok Tengah, polisi segera tetapkan tersangka
Diundang podcast Denny Sumargo, keluarga santri korban pembakaran di Lombok Tengah dicegat polisi di Bandara
Kasus pembakaran santri di Lombok Tengah, Hotman Paris geram timnya dilarang bertemu korban
Skandal dugaan pembakaran santri di Lombok kian disorot, usai dibongkar Denny Sumargo kini Hotman Paris ikut bersuara