Di balik kontroversi latsarmil manajer Kopdes, ada anggaran latihan yang angkanya capai Rp30 juta per orang

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 2 Juli 2026 | 03:50 WIB
Kemhan menghentikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi para calon manajer Kopdes-KNMP usai ramainya kontroversi di media sosial (Instagram.com/@suaraakarrumputt)
Kemhan menghentikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi para calon manajer Kopdes-KNMP usai ramainya kontroversi di media sosial (Instagram.com/@suaraakarrumputt)

Menanggapi polemik tersebut, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan evaluasi terhadap sistem pelatihan yang diterapkan.

Melalui pernyataan yang disampaikan Rico, Kemhan memastikan adanya penyesuaian dalam metode pelatihan, termasuk pengurangan kegiatan yang bersifat militer.

Baca Juga: BSI tegaskan zero tolerance terhadap pelecehan dan perundungan di lingkungan kerja

"Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi," ungkap Rico.

"Termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," sambungnya.

Perubahan ini menandai pergeseran pendekatan pelatihan dari yang sebelumnya bercorak militer menjadi lebih fokus pada pembekalan bela negara dan kemampuan manajerial.

Sorotan anggaran hingga Rp30 juta per peserta

Selain metode pelatihan, aspek anggaran juga menjadi sorotan publik. Komisi I DPR dari Fraksi PDI-P, Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin mengungkapkan besarnya biaya yang dialokasikan untuk program tersebut.

Baca Juga: Asap hitam membumbung saat kebakaran TPA Jatiwaringin, BNPB libatkan helikopter untuk pemadaman

"Sekitar Rp30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi," ujar TB Hasanuddin, Senin, 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan, total durasi pelatihan mencapai 45 hari, dengan rincian 30 hari untuk latihan militer dan 15 hari untuk pembelajaran koperasi.

"Berdasarkan kriteria pelatihan untuk 7 hari itu menghabiskan Rp5 juta per peserta, maka total kebutuhan anggaran selama 45 hari mencapai sekitar Rp45 juta per orang," ungkapnya.

Porsi anggaran yang lebih besar untuk kegiatan militer dinilai tidak sepenuhnya relevan dengan kebutuhan kompetensi pengelolaan koperasi.

Baca Juga: Promedia audiensi dengan Bakom RI, bahas penguatan komunikasi publik lewat media lokal

Denda Rp100 juta sempat tuai kritik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X