Menurutnya, salah satu pria bahkan sempat menunjuk dan membentak dokter Icha saat memberikan penjelasan medis.
Baca Juga: Kinerja melejit, Perumda TRS Subang resmi berstatus 'sehat' versi BPKP
“Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterima saat bertugas,” ujar Victor.
Usai kejadian itu, kondisi psikologis dokter Icha disebut memburuk. Ia mengalami depresi yang berdampak pada kesehatan fisiknya hingga harus menjalani perawatan medis.
Reaksi sejawat dan tuntutan perlindungan nakes
Kasus ini memicu reaksi luas dari kalangan tenaga kesehatan. Banyak rekan sejawat menyampaikan duka sekaligus keprihatinan atas dugaan intimidasi terhadap tenaga medis.
“Turut berduka cita sedalam-dalamnya. Saya sangat sedih dan terpukul saat membaca kejadiannya,” tulis akun @dr.marbun_spog.
Baca Juga: Kang Rey ngaku 'malu' resmikan jalan setengah jadi, sekaligus gaspol bangun Pantura
Sementara itu, akun @dr.risfinst menyoroti pentingnya perlindungan bagi tenaga medis di ruang IGD.
“Di IGD itu kita adalah tim yang harus saling melindungi. Kasus dokter Icha jadi pelajaran bahwa perlindungan nakes masih kurang,” tulisnya.
Desakan agar tenaga medis mendapatkan perlindungan hukum dan keamanan dalam menjalankan tugas pun semakin menguat.
Banyak pihak menilai, kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi agar nakes dapat bekerja tanpa tekanan maupun intimidasi.***
Artikel Terkait
Pelecehan seksual yang dilakukan dokter kembali terjadi, korban diduga difoto saat setengah telanjang
Pengakuan tersangka dokter PPDS UI yang diduga rekam mahasiswi mandi: Khilaf, ada lubang angin di kosan korban
Buntut terkuaknya dokter anestesi sering keluar dari kamar bedah, Menkes Budi Gunadi akan lakukan pengawasan serius
Soal kekerasan di RSUD Sekayu, dokter Syahpri didukung PB IDI dan Kemenkes bawa ke jalur hukum
Viral dokter spesialis alumni LPDP mengabdi di Jateng, Theofilus Ardy: Tugas saya berkontribusi untuk negara
Dokter Dion Haryadi soroti viral menu lele MBG di SMAN 2 Pamekasan, pertanyakan distribusi SPPG
Usai kasus dr. Myta, Kemenkes ubah aturan dokter internship: Jam kerja 40 jam hingga standar baru remunerasi