Dokter Dion Haryadi soroti viral menu lele MBG di SMAN 2 Pamekasan, pertanyakan distribusi SPPG

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 12 Maret 2026 | 17:25 WIB
Dokter Dion Haryadi turut buka suara mengenai menu lele yang viral dari MBG di Pamekasan (Instagram/dionharyadi - adreli_48)
Dokter Dion Haryadi turut buka suara mengenai menu lele yang viral dari MBG di Pamekasan (Instagram/dionharyadi - adreli_48)

GENMILENIAL.ID - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 2 Pamekasan, Jawa Timur menjadi sorotan publik setelah lebih dari seribu porsi makanan dikembalikan pihak sekolah.

Konten kreator sekaligus dokter Dion Haryadi ikut menanggapi polemik tersebut dan mempertanyakan proses pendistribusian makanan dari penyedia layanan gizi.

Diketahui, SMAN 2 Pamekasan mengembalikan sebanyak 1.022 porsi MBG yang dikirim pada Senin, 9 Maret 2026.

Program tersebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) As-Salman di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu.

Baca Juga: Cemburu mantan pacar baru, pria di Batam bunuh mantan pasangan sesama jenis

Kepala SMAN 2 Pamekasan Moh Arifin mengatakan pihak sekolah menolak pembagian makanan tersebut karena terdapat menu lele yang dinilai belum layak dikonsumsi oleh siswa saat berbuka puasa.

Bandingkan dengan menu lauk ungkep dari SPPG lain

Menanggapi hal tersebut, dokter Dion Haryadi menyampaikan komentarnya melalui unggahan video di Instagram.

Ia memahami bahwa menu lele tersebut kemungkinan dimaksudkan untuk dimasak di rumah, namun menurutnya proses distribusi tetap harus diperhatikan.

Baca Juga: myBCA International Java Jazz Festival 2026 digelar di PIK 2, hadirkan musisi dunia hingga Maliq & D'Essentials

“Dari kemarin heboh lele mentah untuk MBG. Saya ngerti maksudnya untuk dimasak di rumah, oke. Tapi kan proses distribusinya harus dipikirkan dong,” tulisnya dalam video yang diunggah di Instagram, dikutip Kamis, 12 Maret 2026.

Dion juga membandingkan dengan menu dari SPPG lain yang menurutnya sudah lebih baik dalam hal pengolahan dan pengemasan.

“Padahal kemarin ada yang udah bagus dan harus diapresiasi. Ada SPPG yang ngasih paket ayam ungkep terus divakum. Nanti dimasak di rumah, anget-anget tinggal tambahi sayur sama karbo,” ujarnya.

Ia menilai konsep lauk ungkep yang dikemas dengan baik dinilai lebih tepat dibandingkan makanan mentah yang berpotensi menimbulkan masalah selama proses distribusi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X