“Serangan DDoS dilakukan dengan membanjiri server menggunakan request dalam jumlah besar secara simultan. Kami telah mendokumentasikan seluruh jejak digital serangan dan terus melakukan mitigasi,” jelas Rahmad.
Ia menambahkan, berbagai bukti teknis kini tengah dianalisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi pola serta sumber serangan.
Baca Juga: Menyoroti temuan 100 titik SPPG fiktif di Cilacap, terungkap lokasinya di kuburan hingga hutan
Promedia siapkan langkah hukum
Promedia Group memastikan tidak akan tinggal diam apabila serangan terus berlanjut. Bersama pemilik media yang terdampak, langkah hukum kini tengah dipertimbangkan.
“Kami telah mengantongi sejumlah indikasi yang sedang kami dalami. Jika serangan terus berlanjut, kami siap melaporkannya ke pihak berwajib,” tegas Agus.
Ia juga menekankan bahwa kebebasan pers dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi tidak boleh dilemahkan oleh upaya intimidasi dalam bentuk apa pun.***
Artikel Terkait
Cloudflare gagalkan serangan DDoS terbesar dalam sejarah: 37,4 terabyte data hanya dalam 45 detik
Antara Epstein Files dan serangan ke Iran, ada benang merah politik?
KPK ungkap peran bos Maktour Travel di kasus dugaan korupsi kuota haji era Menag Yaqut
Kelompok pegiat anti korupsi soroti dugaan pengaburan fakta kasus tambang Tumpang Pitu, singgung Azwar Anas
3 Mantan pentolan BGN terjerat skandal korupsi, ribuan motor listrik SPPG senilai Rp1 triliun dinilai masih buram nasibnya
Skandal korupsi Chromebook yang jerat Nadiem Makarim: JPU tolak semua pledoi di sidang replik
Mahfud MD beberkan alasan sebut hukuman mati dalam kasus dugaan korupsi Dadan Hindayana: Kejahatan luar biasa dan terus berulang