GENMILENIAL.ID - Sosok Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq (FAR), kembali menjadi sorotan publik. Selain terjerat kasus dugaan korupsi, ia kini juga diduga melakukan intervensi politik dalam pelaksanaan Pilkada Kabupaten Pekalongan 2024.
Fadia sebelumnya diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 3 Maret 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Dalam operasi tersebut, KPK turut menangkap sejumlah pihak lain, baik di Semarang maupun Pekalongan.
Baca Juga: Viral CCTV aniaya selebgram Woodyrman di Blok M, cekcok berujung tewasnya WN Brunei
Terbaru, KPK mendalami dugaan adanya intervensi politik yang dilakukan Fadia terhadap para pekerja outsourcing yang berada di bawah naungan perusahaan milik keluarganya, PT Raja Nusantara Berjaya (RNB).
Diduga intervensi pekerja outsourcing
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa dugaan intervensi tersebut berkaitan dengan upaya mengarahkan pilihan politik para pekerja dalam Pilkada 2024.
“Ada dugaan intervensi agar dalam pemilu (Pilkada 2024) memilih saudari FAR,” ujar Budi dalam keterangannya, Rabu 27 Mei 2026.
PT RNB sendiri diketahui merupakan perusahaan milik keluarga Fadia yang bergerak di bidang penyediaan tenaga alih daya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.
Baca Juga: Sholat Idul Adha di Mako Polres Subang, 12 sapi dan 10 domba disalurkan untuk masyarakat
Menurut KPK, temuan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan kasus, sekaligus memperkaya kajian terkait pola korupsi yang beririsan dengan kepentingan politik.
“Khususnya dalam kajian pencegahan korupsi di partai politik, bahwa ada skenario yang sengaja diciptakan untuk memenangkan pihak tertentu,” tambahnya.
Diduga raup keuntungan Rp19 miliar
Sehari setelah OTT, tepatnya pada 4 Maret 2026, KPK menetapkan Fadia sebagai tersangka tunggal dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa tenaga outsourcing serta sejumlah proyek lainnya di lingkungan Pemkab Pekalongan untuk Tahun Anggaran 2023–2026.
Artikel Terkait
3 Kontroversi Immanuel Ebenezer yang kembali disorot usai terjaring OTT KPK
Wamenaker Immanuel Ebenezer terseret OTT KPK, Istana sampaikan keprihatinan
Wamenaker Noel bantah OTT KPK dan kasus pemerasan, tapi KPK sebut terima uang Rp3 miliar
Wamenaker tertangkap OTT KPK, Istana sebut korupsi stadium 4
OTT KPK di Riau: 10 Orang diamankan termasuk penyelenggara negara, dugaan korupsi di Dinas PUPR
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terjaring OTT KPK, diduga terlibat skandal mutasi jabatan ASN
OTT KPK Bupati Rejang Lebong: Fikri Thobari diduga terima fee proyek hingga Rp1,75 miliar