“Kami juga meminta maaf apabila penggunaan kata ‘Foundation’ menimbulkan kesalahpahaman di publik. Pada dasarnya, ini hanyalah komunitas riset independen,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa komunitas tersebut tidak memiliki institusi resmi maupun basis operasional tertentu.
“Kami tidak memiliki institusi resmi ataupun homebase tertentu. Selama mengikuti konferensi, kami tidak pernah mengklaim ini sebagai lembaga besar atau institusi formal,” tambahnya.
Baca Juga: Samsara Bamboo Festival 2026 angkat bambu sebagai solusi lingkungan dan ekonomi hijau di Bali
Di akhir pernyataannya, Rifaldy juga meminta publik untuk tidak melakukan serangan personal atau doxing terhadap dirinya maupun pihak terkait.
Kasus ini menjadi perhatian luas dan sekaligus pengingat pentingnya menjaga integritas dalam dunia penelitian, terutama di forum ilmiah internasional.***
Artikel Terkait
Ilmuwan ungkap tanah longsor berpotensi terjadi usai kebakaran Los Angeles, ancaman baru untuk rumah yang selamat dari kobaran api
Rekam jejak Menteri Satryo yang didemo anak buahnya hingga dituding arogan: Lahir di Belanda hingga dikenal sebagai ilmuwan di Kampus ITB
Ilmuwan ungkap iklim bulan Januari mencapai rekor, singgung soal adanya tanda kerusakan bumi
Raih 2 hibah riset sekaligus, akademisi ITB dorong desain jadi kunci pengembangan kota dan industri
Sorotan khusus: Dugaan riset bodong WNI di ISPPD 2026 tuai kritik, kredibilitas ilmuwan RI dipertaruhkan
Diduga riset bodong di ISPPD 2026, periset RI ungkap dampaknya: Memalukan dan rugikan yang lain
Viral dugaan penipuan riset di konferensi internasional, bagaimana bisa lolos seleksi?