Samsara Bamboo Festival 2026 angkat bambu sebagai solusi lingkungan dan ekonomi hijau di Bali

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 26 Mei 2026 | 16:09 WIB
Diskusi dalam rangkaian Samsara Bamboo Festival 2026 yang menghadirkan narasumber lintas sektor di Samsara Living Museum, Karangasem, Bali, sebagai upaya mendorong bambu menjadi solusi lingkungan dan ekonomi hijau, Minggu 24 Mei 2026 (Dok. ICCN)
Diskusi dalam rangkaian Samsara Bamboo Festival 2026 yang menghadirkan narasumber lintas sektor di Samsara Living Museum, Karangasem, Bali, sebagai upaya mendorong bambu menjadi solusi lingkungan dan ekonomi hijau, Minggu 24 Mei 2026 (Dok. ICCN)

GENMILENIAL.ID – Upaya menjaga keseimbangan antara pariwisata, budaya, dan lingkungan terus digaungkan di Bali.

Salah satunya melalui gelaran Samsara Bamboo Festival 2026 yang resmi diselenggarakan di Samsara Living Museum, Jungutan, Karangasem, pada 22–24 Mei 2026.

Festival yang diinisiasi Perkumpulan Samsara Raksa Budaya bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini mengusung tema 'Jagath Karana'.

Tema tersebut menekankan pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan budaya dalam menghadapi tantangan pembangunan pariwisata yang kian pesat.

Baca Juga: Angka kemiskinan Subang 9,23 persen, penerima PKH capai 55 ribu keluarga

Respons atas dampak pariwisata Bali

Pesatnya perkembangan pariwisata di Bali memang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menimbulkan berbagai kerentanan, mulai dari tekanan terhadap lingkungan hingga perubahan sosial budaya masyarakat.

Ketua Perkumpulan Samsara Raksa Budaya, Ida Bagus Agung Gunarthawa, menyebutkan bahwa Bali belakangan ini kerap dihadapkan pada bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat ketidakseimbangan pembangunan dan pelestarian lingkungan.

“Kita butuh strategi untuk memperkuat nilai dasar suatu daerah agar masyarakatnya percaya diri menjadi tuan di rumah sendiri," ujar Ida Bagus.

Baca Juga: Wajah sumringah Hanan sambut kepulangan ayahnya yang selamat dari insiden penangkapan tentara Israel terhadap relawan GSF

"Samsara Bamboo Festival hadir untuk melahirkan pola pengembangan yang menyelaraskan antara preservasi budaya, konservasi lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman bambu,” sambungnya.

Bambu disebut ‘emas hijau’ Bali

Dalam festival ini, bambu diangkat sebagai simbol sekaligus solusi. Di Bali, bambu dikenal sebagai 'emas hijau' karena memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X