Baca Juga: Lagi-lagi tambang ilegal di Subang, excavator di Patokbeusi dipolice line
“Ketika di Istanbul, baru bisa, itu pun cuma sekali karena saya nggak pegang handphone,” jelasnya.
Perjuangan yang bikin bangga
Pengalaman yang dialami Ronggo selama ditahan tidaklah mudah. Ia mengungkapkan sempat mengalami tekanan fisik dan mental, termasuk dipaksa berjalan merangkak dan tidur di lantai yang basah.
Di tengah kondisi tersebut, ia terus memikirkan keluarganya di rumah, terutama sang anak yang menunggu kabar kepulangannya. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Kini, setelah kembali dengan selamat, Ronggo merasa bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari perjuangan untuk menyuarakan kemerdekaan Palestina.
Baca Juga: Viral respons MC Kalteng Expo 2026 saat warga keluhkan jalan rusak, tuai sorotan warganet
Ia pun meyakini bahwa perjuangannya tersebut juga menjadi kebanggaan bagi sang anak.
“Hanan juga pasti bangga,” ujarnya.
Momen kepulangan ini tak hanya menjadi kebahagiaan bagi keluarga, tetapi juga menyentuh hati publik yang mengikuti perjalanan para relawan GSF dalam misi kemanusiaan tersebut.***
Artikel Terkait
Asia–Pacific Conference for Palestine 2025 kukuhkan Indonesia sebagai pusat solidaritas global bela Palestina
Menkomdigi Meutya Hafid tegur Meta: Cepat hapus Palestina, tapi lemah tangani hoax dan judi online
Viral debat Palestina, Feri Amsari skakmat Abu Janda hingga diusir dari siaran live
Relawan Indonesia ditahan militer Israel saat misi ke Gaza, Kedubes Palestina sebut pahlawan HAM
Di tengah ejekan menteri Israel ke relawan GSF yang digeruduk saat menuju Gaza, aktivis perempuan teriak: Palestina merdeka!
Pilu WNI yang jadi korban penculikan tentara Israel di kapal GSF: Ditendang-disetrum, kalau batuk masih terasa sakit
WNI relawan GSF Hendro Prasetyo bongkar aksi pengecut militer Israel, sebut kebaikan yang terlihat justru jadi penderitaan