Di balik kasus under invoicing sawit-batu bara, ada rerata harga 2 kali lipat dibanding ekspor RI-Singapura

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:30 WIB
Menyoroti penuturan Menkeu Purbaya terkait kasus ekspor sawit dan batu bara terkait dugaan pemalsuan dokumen hingga kecurangan harga (Instagram.com/@menkeuri - DLHPKP)
Menyoroti penuturan Menkeu Purbaya terkait kasus ekspor sawit dan batu bara terkait dugaan pemalsuan dokumen hingga kecurangan harga (Instagram.com/@menkeuri - DLHPKP)

Selain sektor sawit, indikasi praktik serupa juga ditemukan dalam ekspor batu bara, terutama ke India.

Meski jumlah perusahaan yang dianalisis belum sebanyak sektor CPO, pola yang ditemukan menunjukkan mekanisme yang mirip dalam pengalihan nilai transaksi.

Pemerintah saat ini masih terus mendalami temuan tersebut, termasuk memperluas cakupan investigasi ke sektor lain.

Baca Juga: Akhir cerita 9 WNI yang sempat diringkus pasukan Israel saat menuju Gaza: Pulang dengan bekas pukulan dan setruman

Upaya penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi serta kerja sama lintas negara juga tengah dilakukan guna mencegah potensi kebocoran penerimaan negara di masa mendatang.

Dengan temuan awal ini, Kementerian Keuangan menegaskan akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas ekspor SDA, sekaligus memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan nilai perdagangan internasional.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X