Total 543 jemaah haji Subang berangkat, terbagi dua kloter dari Kertajati

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 19 Mei 2026 | 17:57 WIB
Jemaah haji asal Kabupaten Subang mengikuti arahan sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci di Wisma Haji Subang, Selasa 19 Mei 2026 (Dok. Istimewa)
Jemaah haji asal Kabupaten Subang mengikuti arahan sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci di Wisma Haji Subang, Selasa 19 Mei 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID - Kabupaten Subang memberangkatkan ratusan jemaah haji pada musim haji 1447 H/2026 M dengan total mencapai 543 orang.

Jumlah tersebut terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan secara bertahap melalui Bandara Kertajati.

Angka ini menjadi sorotan karena mencerminkan besarnya antusiasme masyarakat Subang untuk menunaikan ibadah haji, sekaligus menunjukkan panjangnya antrean yang harus dilalui calon jemaah hingga akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci.

Baca Juga: Menuju tanah suci, jemaah haji Subang dibekali pesan penting soal fisik dan nama baik

Ratusan jemaah terbagi dua kloter

Dari total 543 jemaah, sebanyak 439 orang telah lebih dulu diberangkatkan dalam Kloter 34 KJT pada Sabtu 16 Mei 2026. 

Sementara itu, sisanya sebanyak 107 jemaah tergabung dalam Kloter 39 KJT yang dilepas di Wisma Haji Subang, Selasa 19 Mei 2026. 

Kloter 39 KJT merupakan kloter gabungan yang terdiri dari beberapa daerah di Jawa Barat, yakni Kabupaten Subang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Cirebon. Dari jumlah tersebut, jemaah asal Subang terdiri dari 44 laki-laki dan 63 perempuan.

Pembagian ini dilakukan untuk menyesuaikan sistem pemberangkatan nasional agar proses perjalanan dan pelayanan jemaah dapat berjalan lebih tertib dan terorganisir.

Baca Juga: Gempar ayah kandung di Klaten cabuli 2 putrinya sejak 2020, polisi: Kakak dan adik menulis kronologi di buku diary

Jumlah besar, tanggung jawab juga besar

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, menyampaikan bahwa jumlah jemaah yang cukup besar ini harus diimbangi dengan kesiapan yang matang, baik secara fisik maupun mental.

Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga membutuhkan ketahanan fisik yang kuat.

Oleh karena itu, para jemaah diminta untuk menjaga kesehatan serta mengikuti arahan petugas selama berada di Tanah Suci.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X