Belakangan terungkap bahwa laptop itu telah dipinjam oleh guru SRA dengan alasan mendesak.
“Saya tanya adik kenapa mau pinjemin? Dia bilang guru butuh urgent untuk bikin soal kelas,” ungkap pemilik laptop.
Baca Juga: Pemandu wisata ungkap kronologi erupsi Gunung Dukono, sempat curiga ada sumbatan kawah
Disebutkan pula bahwa guru tersebut menghubungi beberapa siswa lain pada hari yang sama untuk meminjam laptop dengan alasan serupa.
Diduga lebih dari satu korban
Pengunggah mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada setidaknya tiga siswa yang mengaku menjadi korban dengan modus yang sama.
Guru tersebut diduga mengincar siswa yang dianggap mudah percaya, lalu meminjam laptop secara mendadak.
“Dia mengincar murid-murid polos dan ambil laptop dadakan,” tulisnya.
Baca Juga: Bayi 11 bulan di Subang butuh bantuan, pengobatan hidrosefalus terkendala biaya
Jumlah korban pun diduga bisa lebih banyak, meski belum ada data pasti terkait hal tersebut.
Laptop ditebus Rp3 juta
Dalam unggahan lanjutan, pemilik laptop memperlihatkan proses pengambilan barang di tempat gadai.
Untuk mendapatkan kembali laptop tersebut, ia harus menebus dengan biaya sekitar Rp3 juta.
Pihak tempat gadai juga mengungkapkan bahwa sebelumnya guru tersebut sempat menebus satu laptop, lalu kembali menggadaikan laptop lain.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut telah dilakukan lebih dari satu kali.
Artikel Terkait
Siswa SD di pelosok Sulteng harus seberangi sungai saat hujan, guru ungkap harap jembatan segera rampung
Viral siswa SMAN 1 Purwakarta acungkan jari tengah ke guru, Dedi Mulyadi sarankan hukuman bersih-bersih sekolah
Guru SMAN 1 Purwakarta disoraki siswa, Bu Atun pilih memaafkan: Saya sedih tapi ingin mereka berubah
158 Guru vokasi dilatih AI hingga robotika, kolaborasi ICCN dan Intel dorong transformasi pendidikan
Mobil MBG datang sore di SMA Sigi, guru tegas menolak pembagian ke siswa
TASPEN gerak cepat serahkan santunan Rp283 juta untuk guru korban kecelakaan KRL Bekasi Timur
Siswi SMKN 2 Garut diduga jadi korban razia rambut paksa oleh guru BK, 8 orang minta pendampingan hukum