GENMILENIAL.ID – Seorang bayi berusia 11 bulan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, tengah berjuang melawan penyakit yang dideritanya sejak lahir.
Di tengah proses pemulihan pascaoperasi, pengobatan yang seharusnya rutin dijalani justru terhambat karena keterbatasan biaya.
Bayi tersebut, Muhammad Goffi Abdullah Irawan, diketahui mengidap Hidrosefalus yang menyebabkan penumpukan cairan di otak sehingga ukuran kepalanya membesar.
Ia merupakan anak dari pasangan Yudi Irawan dan Tia Haryanti, warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang.
Baca Juga: Tragedi bus ALS vs truk tangki di Muratara: Korban tewas jadi 18, dugaan ada jenazah balita
Kondisi ekonomi keluarga menjadi tantangan utama dalam proses pengobatan.
Kedua orang tua Goffi bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan tambahan di luar biaya medis.
Terkendala biaya transportasi
Meski pengobatan telah ditanggung BPJS, keluarga Goffi mengaku kesulitan membiayai perjalanan untuk kontrol rutin ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Ibunda Goffi, Tia Haryanti, mengatakan anaknya seharusnya menjalani kontrol pascaoperasi pada Kamis 7 Mei 2026. Namun rencana tersebut batal karena tidak memiliki biaya.
Baca Juga: Erupsi Gunung Dukono telan korban, 3 pendaki meninggal dan 3 lainnya masih hilang
“Setiap kali berangkat berobat ke RSHS membutuhkan sekitar Rp700 ribu untuk sewa mobil dan biaya hidup selama di sana,” ujarnya.
Biaya tersebut menjadi beban berat bagi keluarga yang mengandalkan pekerjaan harian dengan penghasilan terbatas.
Kondisi mulai membaik
Artikel Terkait
Hindari wabah penyakit, Koramil 0502 Pagaden bersama masyarakat bersihkan sampah di aliran sungai Cimarakan-Sukajaya
Dijenguk dr. Maxi, Ineu Sulastri anak kelas 3 SDN Bantarsari yang menderita kista ovarium akan jalani operasi di RSHS Bandung
Bupati Subang dukung penguatan fasilitas kesehatan, target bangun rumah sakit baru di Pantura 2028
Di tengah status transisi darurat, anak-anak dusun pedalaman Aceh Utara tertawa saat terima bantuan kasur
Bocah saksi longsor Cisarua sebut 15 temannya tertimbun, KDM janji bantuan Rp10 juta per KK
Anak sulung korban kecelakaan truk kontainer di Karawang cari cincin kenangan bersama mamanya
Kemensos salurkan bantuan Rp339 juta untuk program Kampung Siaga Bencana di Subang