GENMILENIAL.ID – Linimasa media sosial diramaikan dengan beredarnya video amatir yang merekam momen erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat pagi, 8 Mei 2026.
Video tersebut diduga dibagikan oleh seorang pemandu wisata bernama Lexi Djangu, yang saat itu tengah mendampingi pendaki di kawasan gunung aktif tersebut.
Rekaman itu kemudian viral setelah memperlihatkan detik-detik letusan disertai kepulan asap tebal dari arah puncak.
Baca Juga: Bayi 11 bulan di Subang butuh bantuan, pengobatan hidrosefalus terkendala biaya
Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa erupsi terjadi sekitar pukul 07.40 WIT dengan kolom abu mencapai ketinggian hingga 10.000 meter.
Peristiwa ini juga dilaporkan menelan korban jiwa dan memicu upaya evakuasi terhadap sejumlah pendaki yang berada di sekitar lokasi.
Menanggapi viralnya video tersebut, Djangu pun angkat bicara dan menjelaskan kronologi kejadian yang dialaminya secara langsung.
Tegaskan bukan konten kreator
Melalui akun Facebook pribadinya, Djangu menegaskan bahwa dirinya bukan seorang konten kreator, melainkan pemandu wisata bersertifikasi yang telah menjalankan prosedur pendakian sesuai standar.
Baca Juga: Tragedi bus ALS vs truk tangki di Muratara: Korban tewas jadi 18, dugaan ada jenazah balita
Ia mengaku telah melakukan observasi, baik secara digital maupun visual, sebelum memulai perjalanan bersama para pendaki.
“Saya bukan content creator, saya pemandu wisata yang bersertifikasi dan tetap melakukan prosedur sebelum pendakian,” ujarnya.
Saat insiden terjadi, posisi perkemahan disebut berada sekitar 4 kilometer dari kawah, jarak yang dinilai masih sesuai dengan rekomendasi pihak vulkanologi.
Targetkan foto erupsi
Artikel Terkait
Mengintip sejarah letusan puncak berapi kembar di NTT yang kembali erupsi pada Kamis, 7 November 2024: Tingginya lebih dari 1.500 mdpl!
Di sela kunker di AS, Prabowo gelar rapat via vicon respons cepat erupsi Gunung Lewotobi
Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dahsyat, kolom abu capai 19 ribu meter
Gunung Marapi erupsi, kolom abu capai 1.600 meter dan warga diminta jauhi radius 3 km
IFG Labuan Bajo Marathon 2025 resmi ditunda, erupsi Lewotobi jadi alasan utama
Hidup di bawah ancaman erupsi Semeru, warga Lumajang curhat ketakutan hingga usul gunung dipindahkan
Erupsi Gunung Dukono telan korban, 3 pendaki meninggal dan 3 lainnya masih hilang