Pemandu wisata ungkap kronologi erupsi Gunung Dukono, sempat curiga ada sumbatan kawah

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 21:59 WIB
Menyoroti peristiwa erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara berdasarkan penuturan pemandu wisata saat insiden terjadi (Facebook.com/Lexi Djangu Trekker - X.com/@infogempadunia)
Menyoroti peristiwa erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara berdasarkan penuturan pemandu wisata saat insiden terjadi (Facebook.com/Lexi Djangu Trekker - X.com/@infogempadunia)

GENMILENIAL.ID – Linimasa media sosial diramaikan dengan beredarnya video amatir yang merekam momen erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat pagi, 8 Mei 2026.

Video tersebut diduga dibagikan oleh seorang pemandu wisata bernama Lexi Djangu, yang saat itu tengah mendampingi pendaki di kawasan gunung aktif tersebut.

Rekaman itu kemudian viral setelah memperlihatkan detik-detik letusan disertai kepulan asap tebal dari arah puncak.

Baca Juga: Bayi 11 bulan di Subang butuh bantuan, pengobatan hidrosefalus terkendala biaya

Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa erupsi terjadi sekitar pukul 07.40 WIT dengan kolom abu mencapai ketinggian hingga 10.000 meter.

Peristiwa ini juga dilaporkan menelan korban jiwa dan memicu upaya evakuasi terhadap sejumlah pendaki yang berada di sekitar lokasi.

Menanggapi viralnya video tersebut, Djangu pun angkat bicara dan menjelaskan kronologi kejadian yang dialaminya secara langsung.

Tegaskan bukan konten kreator

Melalui akun Facebook pribadinya, Djangu menegaskan bahwa dirinya bukan seorang konten kreator, melainkan pemandu wisata bersertifikasi yang telah menjalankan prosedur pendakian sesuai standar.

Baca Juga: Tragedi bus ALS vs truk tangki di Muratara: Korban tewas jadi 18, dugaan ada jenazah balita

Ia mengaku telah melakukan observasi, baik secara digital maupun visual, sebelum memulai perjalanan bersama para pendaki.

“Saya bukan content creator, saya pemandu wisata yang bersertifikasi dan tetap melakukan prosedur sebelum pendakian,” ujarnya.

Saat insiden terjadi, posisi perkemahan disebut berada sekitar 4 kilometer dari kawah, jarak yang dinilai masih sesuai dengan rekomendasi pihak vulkanologi.

Targetkan foto erupsi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X