Guru SMAN 1 Purwakarta disoraki siswa, Bu Atun pilih memaafkan: Saya sedih tapi ingin mereka berubah

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 20 April 2026 | 19:04 WIB
Bu Atun mengungkapkan telah memaafkan siswa SMAN 1 Purwakarta yang viral Karena acungkan jari tengah kepadanya (Instagram/berandaviral.id)
Bu Atun mengungkapkan telah memaafkan siswa SMAN 1 Purwakarta yang viral Karena acungkan jari tengah kepadanya (Instagram/berandaviral.id)

GENMILENIAL.ID - Perilaku tidak sopan sejumlah siswa SMA Negeri 1 Purwakarta terhadap gurunya menjadi sorotan publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak beberapa siswa mengacungkan jari tengah ke arah gurunya dari belakang, bahkan sambil tertawa dan menjulurkan lidah.

Sosok guru tersebut adalah Syamsiah, yang akrab disapa Bu Atun, pengajar Pendidikan Kewarganegaraan di SMAN 1 Purwakarta.

Menanggapi kejadian tersebut, Bu Atun mengaku merasa sedih, namun tetap memilih untuk memaafkan para siswanya.

Baca Juga: Truk sound horeg di Pati mundur saat nanjak, diduga kelebihan muatan hingga tabrak motor

“Saya manusiawi kalau saya sedih, tapi keimanan saya tidak akan dirusak oleh rasa sedih, dan sakit manusiawi, tapi keimanan saya mengobati luka hati saya agar anak-anak saya selamat dunia akhirat, itu yang ada di hati saya,” ujar Bu Atun kepada awak media di SMAN 1 Purwakarta, Senin, 20 April 2026.

Tetap sayang dan ingin siswa berubah

Meski menjadi korban perlakuan tidak sopan, Bu Atun menegaskan bahwa rasa sayangnya kepada para siswa tidak berkurang.

Ia justru melihat kejadian ini sebagai momentum untuk membimbing siswa menjadi lebih baik.

Baca Juga: Kasus viral emak-emak arogan di Mojokerto berlanjut, pelaku diamankan meski sudah dimaafkan

“Saya sayang kepada siswa. Semakin siswa melakukan kesalahan, semakin sayang untuk mengubahnya. Kasihan berarti tertinggal karena dia ada yang salah,” lanjutnya.

Menurutnya, pendidikan karakter selalu ia sampaikan dalam setiap pembelajaran, meski ia mengakui hasilnya belum sepenuhnya terlihat.

“Padahal, saya selalu menyampaikan pendidikan karakter setiap kali mengajar, saya selalu arahkan anak tapi mungkin belum sampai,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa perubahan sikap siswa membutuhkan proses dan kesabaran dari seorang guru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X