Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen di antaranya mendaftar melalui Bank Syariah Indonesia.
Tingginya angka pendaftar ini menjadi salah satu faktor panjangnya antrean keberangkatan haji di wilayah Subang.
Melalui program Subang Berhaji, BSI bersama Pemerintah Daerah berupaya menghadirkan solusi, tidak hanya dari sisi administratif, tetapi juga melalui pendampingan finansial dan perencanaan ibadah.
Dorongan solusi lewat program perencanaan haji
Agus Masykur Rosyadi yang akrab disapa Kang Akur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, program Subang Berhaji menjadi langkah konkret dalam memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat untuk merencanakan ibadah haji dan umrah sejak dini.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan keuangan yang matang melalui berbagai program seperti tabungan haji dan tabungan emas.
“Saya juga menyambut baik adanya berbagai manfaat yang ditawarkan dalam program ini, seperti tabungan haji, tabungan emas, serta berbagai doorprize menarik,” jelasnya.
Program tersebut dinilai dapat menjadi solusi alternatif di tengah keterbatasan kuota haji, sekaligus mendorong masyarakat untuk tetap mempersiapkan diri secara bertahap menuju keberangkatan ke Tanah Suci.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pihak, di antaranya perwakilan Kementerian Agama, jajaran Bank Syariah Indonesia, serta tokoh organisasi Islam di Kabupaten Subang.***
Artikel Terkait
Bimbingan manasik terakhir digelar, 1.163 calon jemaah haji Subang siap berangkat
Suasana haru warnai pelepasan 1.183 calon jemaah haji Subang, Bupati: Manfaatkan waktu di tanah suci dengan ikhlas
Kuota haji Subang anjlok dari 1.126 jadi 244, ribuan calon jemaah terancam gagal berangkat
Kuota haji Subang 2026 turun, Pemkab amankan tambahan 109 jemaah lewat upaya Bupati
KPK ungkap peran bos Maktour Travel di kasus dugaan korupsi kuota haji era Menag Yaqut
Jumlah jemaah haji Subang 2026 capai 543 orang, naik lebih dari dua kali lipat
Polisi Makkah tangkap 3 WNI, diduga tawarkan haji ilegal dan edarkan kartu palsu