Baca Juga: Nekat bobol kasir demi biaya nikah, mantan karyawan di Subang gasak uang puluhan juta
Korban mulai berani bersuara
Kasus ini kembali mencuat setelah salah satu korban akhirnya berani bersuara dan melaporkan kembali dugaan peristiwa tersebut.
Ali menyebut korban merasa tidak tahan dengan perbuatan pelaku dan berharap keadilan bisa ditegakkan.
“Kasus ini saya pegang 3 bulan lalu. Korban dan ayahnya datang ke kantor,” sebutnya.
“Kasihan, anak yatim, korbannya memang kebanyakan orang tidak mampu,” tambahnya.
Diduga terjadi sejak 2022
Berdasarkan keterangan korban, dugaan pelecehan tersebut telah berlangsung sejak 2022.
Ali menduga pelaku sempat menghilang pada 2024 setelah adanya laporan yang beredar di masyarakat.
Ia juga tidak menutup kemungkinan praktik tersebut sudah berlangsung lebih lama.
“Korbannya para santriwati, kebanyakan pelajar MTs. Tiga tahun berturut-turut, gonta-ganti semaunya,” ungkapnya.
Baca Juga: Oknum ASN Kesbangpol Subang ditangkap, terlibat dugaan penipuan proyek fiktif
Sempat digeruduk warga
Pada Sabtu, 2 Mei 2026, kediaman terduga pelaku yang berada di satu kompleks dengan asrama santriwati sempat didatangi warga.
Artikel Terkait
Beredar chat diduga ortu mahasiswa FH UI usai kasus pelecehan, minta tak ada DO picu sorotan
Truk sound horeg di Pati mundur saat nanjak, diduga kelebihan muatan hingga tabrak motor
Syekh Ahmad Al Misry bantah tudingan pelecehan dan isu kabur ke Mesir, tantang bukti video
Sempat dibantah, Bareskrim tetapkan Syekh Ahmad Al Misry tersangka dugaan pelecehan 5 santri
Kiai di Pati jadi tersangka pencabulan, puluhan santriwati diduga jadi korban
Pengakuan mantan pengikut kiai di Pati: Doktrin hingga dugaan praktik menyimpang pada santri terungkap
Penumpang KRL pergoki pria sembunyi di bawah peron Stasiun Kebayoran, diduga lakukan pelecehan