Beredar chat diduga ortu mahasiswa FH UI usai kasus pelecehan, minta tak ada DO picu sorotan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB
Menyoroti viralnya dugaan grup chat orang tua mahasiswa FH UI usai anaknya terjerat kasus pelecehan (instagram.com/@cretivox)
Menyoroti viralnya dugaan grup chat orang tua mahasiswa FH UI usai anaknya terjerat kasus pelecehan (instagram.com/@cretivox)

GENMILENIAL.ID - Tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari grup orang tua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) ramai beredar di media sosial dan memicu perdebatan publik.

Percakapan tersebut muncul di tengah mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret 16 mahasiswa FH UI, yang sebelumnya diungkap dalam sidang internal kampus pada Selasa, 14 April 2026.

Unggahan mengenai dugaan chat tersebut turut dibagikan oleh akun Instagram @creativox pada Rabu, 15 April 2026, yang menyoroti respons sejumlah orang tua terhadap kasus yang melibatkan anak mereka.

Baca Juga: Viral ambulans diduga diprank debt collector, order fiktif untuk tagih utang picu kecaman

Dalam narasi yang beredar, percakapan itu dinilai menunjukkan adanya upaya pembelaan terhadap para terduga pelaku, bahkan hingga keinginan agar proses penanganan tidak berujung pada sanksi berat.

“Sorotan ini memicu diskusi luas mengenai peran orang tua dalam mendidik anak untuk bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

“Dukungan keluarga seharusnya tidak menutup ruang keadilan, melainkan mendorong penyelesaian yang jujur, berpihak pada korban, dan memberi efek pembelajaran,” lanjutnya.

Baca Juga: Viral menantu diduga gelapkan uang mertua Rp4,7 miliar, dipakai foya-foya hingga selingkuh

Dinilai cenderung membela terduga pelaku

Sejumlah isi percakapan yang beredar memperlihatkan adanya kekhawatiran dari para orang tua terkait dampak luas dari penyebaran kasus ke publik.

Beberapa di antaranya bahkan menilai bahwa pihak yang pertama kali mengungkap kasus tersebut turut berperan dalam memperkeruh situasi.

“Andai saja si penyebar lebih bijak, tidak langsung menyebarkan seperti ini,” tulis salah satu pesan dalam tangkapan layar.

Pernyataan lain menyebut bahwa penyebaran informasi yang masif membuat kasus menjadi sulit dikendalikan.

Baca Juga: Street Coffee Jembatan Kewek dibubarkan Satpol PP, nongkrong di tengah jalan jadi sorotan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X