Penataan tersebut mencakup perbaikan tampilan warung-warung di sepanjang kawasan wisata agar lebih tertib, rapi, dan memiliki ciri khas.
Baca Juga: ICCN Jakarta jajaki kerja sama dengan UNESA, fokus penguatan SDM industri kreatif
“Sehingga nanti di Pondok Bali ini, warung-warung jajanan, warung-warung pinggir jalannya, akan kita tata bentuknya, kita samakan semua, agar punya daya tarik lagi untuk wisatawan datang lagi ke Pondok Bali,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal yang selama ini bergantung pada aktivitas pariwisata.
Tekankan perlindungan ekosistem pesisir
Di tengah rencana pengembangan tersebut, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi kembali menegaskan bahwa penataan kawasan tidak boleh merusak lingkungan, khususnya ekosistem pesisir yang menjadi penopang utama kawasan wisata.
Baca Juga: Polisi temukan uang Rp10 juta dari korlap demo buruh di DPR, diduga untuk gerakkan massa
“Pantai Pondok Bali memiliki potensi besar di sektor ekonomi, maka ekosistem harus dijaga,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Subang turut didampingi sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait, termasuk jajaran Disparpora Subang, BUMD, aparat kepolisian, serta pemerintah desa di sekitar kawasan Pantai Pondok Bali.***
Artikel Terkait
30 Tahun pengabdian, Alumni Akabri 1994 gelar baksos dan penanaman pohon mangrove di Pondok Bali Subang
Banana boat jadi daya tarik baru di Pantai Pondok Bali Subang
DPRD Subang turun ke lokasi banjir Pantura, soroti curah hujan tinggi dan sistem drainase
Banjir meluas di Pantura Subang, Kang Rey pilih ngantor di lokasi dan desak normalisasi sungai
Bermalam di posko banjir Pantura, Kang Rey pastikan warga terdampak banjir tak kekurangan kebutuhan
Ketua DPRD Subang tegaskan solusi permanen banjir Pantura, embung 1,2 hektar masuk skema perencanaan
Ancaman alih fungsi mangrove Pondok Bali disorot, Bupati Subang tegaskan stop perusakan ekosistem