Ketua DPRD Subang tegaskan solusi permanen banjir Pantura, embung 1,2 hektar masuk skema perencanaan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 20 Februari 2026 | 02:11 WIB
Ketua DPRD Subang, Viktor Wirabuana Abdurachman, menerima audiensi GAKAN Banjir bersama kepala desa Pantura di Ruang Rapat DPRD Subang, Kamis 19 Februari 2026 (Dok. Istimewa)
Ketua DPRD Subang, Viktor Wirabuana Abdurachman, menerima audiensi GAKAN Banjir bersama kepala desa Pantura di Ruang Rapat DPRD Subang, Kamis 19 Februari 2026 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Ketua DPRD Kabupaten Subang, Viktor Wirabuana Abdurachman, menerima audiensi Gerakan Akselerasi Antisipasi (GA’KAN) Banjir di Ruang Rapat DPRD Subang, Kamis 19 Februari 2026.

Pertemuan tersebut menyoroti desakan warga Pantura agar penanganan banjir tidak lagi bersifat sementara, melainkan menghadirkan solusi permanen yang terukur.

Delegasi yang terdiri dari para kepala desa di wilayah Kecamatan Pamanukan serta sejumlah tokoh masyarakat hadir menyampaikan aspirasi terkait banjir yang rutin mengepung kawasan Pantura Subang.

Baca Juga: Banjir susulan di Pidie Jaya sambut tarawih pertama Ramadan, air masuk rumah selutut

Mereka menilai, dampak banjir tidak hanya merusak infrastruktur desa, tetapi juga menggerus aktivitas ekonomi masyarakat secara berulang setiap musim hujan.

Dalam audiensi itu, Viktor didampingi anggota DPRD Subang Teguh Pujianto serta menghadirkan dua pimpinan OPD teknis, yakni Kepala Dinas PUPR Ahmad Amin dan Kepala BP4D Kabupaten Subang.

Normalisasi dan peninggian tanggul jadi langkah cepat

Hasil pertemuan menghasilkan dua skema penanganan, yakni jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk solusi jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas PUPR berkomitmen melakukan normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi di titik-titik kritis yang menyumbat aliran air.

Baca Juga: Kolaborasi Promedia Group dan SKI, program ganti atap rumah wartawan gratis pakai Alduro ramah lingkungan

Selain itu, peninggian dan penguatan tanggul sungai yang rawan limpas juga menjadi prioritas guna meminimalkan risiko genangan ke permukiman warga.

Langkah tersebut diproyeksikan sebagai upaya cepat mengurangi dampak banjir sembari menyiapkan program permanen yang lebih komprehensif.

Embung 1,2 hektar masuk skema perencanaan

Sebagai solusi jangka panjang, direncanakan pembangunan embung atau kolam retensi di atas lahan desa seluas 1,2 hektar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X