Petugas tenangkan penumpang dengan minuman
Di tengah situasi tersebut, petugas pramugari kereta (Prami) terlihat sigap menenangkan penumpang.
Mereka berkeliling menawarkan minuman agar penumpang tidak panik.
“Pramugari dari gerbong CS terlihat menenangkan penumpang sambil berkata, ‘Minum air dulu biar nggak kaget,’” tuturnya.
Upaya tersebut dilakukan untuk meredam kepanikan, mengingat banyak penumpang belum mengetahui kondisi sebenarnya.
Baca Juga: Nikah Seru Festival 2026 di Subang tawarkan solusi pernikahan, hadiah honeymoon 3 negara
Namun, situasi mulai berubah ketika terdengar informasi dari salah satu penumpang bahwa kereta diduga menabrak sesuatu.
“Saat akan keluar, terdengar suara seorang ibu dengan nada lemah yang menyampaikan bahwa kereta menabrak mobil,” sambungnya.
Mulai sadar terjadi insiden serius
Saat mencoba berjalan ke arah depan rangkaian, perekam mulai melihat kondisi yang tidak biasa.
Beberapa bagian kereta terlihat tidak normal dan serpihan tampak berserakan di area peron.
Baca Juga: Tiga pelaku curanmor dibekuk Polres Subang, beraksi gunakan kunci letter T
“Saat berjalan ke arah depan, mulai terlihat bagian kereta di peron. Di momen itu, saya mulai merasa gugup karena kondisi terlihat tidak baik,” jelasnya.
Dari situ, ia mulai menyadari bahwa insiden yang terjadi bukan sekadar anjlok, melainkan kecelakaan yang lebih serius.
Artikel Terkait
Kesaksian penumpang KRL ungkap detik-detik tabrakan KA Argo Bromo di Bekasi Timur
Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur saat rush hour, gerbong perempuan jadi titik terparah
Deretan kecelakaan taksi Green SM disorot usai insiden KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
Usulan Menteri PPPA usai insiden Bekasi Timur: Gerbong perempuan KRL dipindah ke tengah
Viral cerita penumpang KRL Bekasi Timur selamat karena cooler bag ASI, nyaris tertusuk besi
Kisah ibu muda jadi korban kecelakaan kereta Bekasi Timur, baru sehari masuk kerja usai cuti melahirkan
Dirut KAI tegaskan posisi gerbong perempuan bukan soal gender, utamakan keselamatan