Kesaksian penumpang KRL ungkap detik-detik tabrakan KA Argo Bromo di Bekasi Timur

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 28 April 2026 | 16:28 WIB
Menyoroti penuturan penumpang KRL usai kereta yang ditumpanginya tertabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur (Instagram.com/@ociedtiar)
Menyoroti penuturan penumpang KRL usai kereta yang ditumpanginya tertabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur (Instagram.com/@ociedtiar)

GENMILENIAL.ID - Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam menyisakan trauma mendalam bagi para penumpang yang berada di lokasi kejadian.

Selain keterangan resmi dari pihak PT KAI, kesaksian langsung dari penumpang KRL kini turut mengungkap kronologi mencekam sebelum hingga saat tabrakan terjadi.

Manajer Humas Daop 1 KAI, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat KRL rute Jakarta-Cikarang berhenti sekitar pukul 20.40 WIB akibat gangguan di jalur rel.

Baca Juga: Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur: 5 tewas, 79 penumpang dirawat di 9 RS

“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya terhenti,” ujar Franoto di lokasi kejadian, Senin, 27 April 2026.

“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” tambahnya.

Namun hingga kini, pihak KAI masih belum memastikan penyebab pasti kecelakaan yang menyebabkan rangkaian kereta rusak parah tersebut.

Kesaksian penumpang: Sempat curiga saat kereta berhenti

Di tengah proses investigasi, kesaksian penumpang bernama RB menjadi sorotan publik. Ia mengaku berada di rangkaian ke-9 dari total 10 gerbong KRL rute Kampung Bandan-Cikarang.

Baca Juga: Subang Plaza bakal disulap jadi ikon baru, Kang Rey dorong wajah baru pusat kota Subang

Kesaksiannya ia bagikan melalui akun Instagram pribadinya @ociedtiar, yang menjadi sumber unggahan dalam peristiwa ini pada Selasa, 28 April 2026.

“Saya ada di rangkaian 9 dari 10 KRL dari Kp Bandan ke Cikarang,” ungkap RB.

RB menuturkan bahwa dirinya mulai merasa ada kejanggalan saat kereta tiba-tiba berhenti dan pintu kembali dibuka.

“Pintu ditutup, tapi tiba-tiba (KRL) berhenti lagi, pintu dibuka kembali,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X