Usulan Menteri PPPA usai insiden Bekasi Timur: Gerbong perempuan KRL dipindah ke tengah

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 28 April 2026 | 20:36 WIB
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan gerbong perempuan di KRL untuk dipindah ke tengah (Threads/evanleonardus- Instagram/arifah.fauzi)
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan gerbong perempuan di KRL untuk dipindah ke tengah (Threads/evanleonardus- Instagram/arifah.fauzi)

GENMILENIAL.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan perubahan posisi gerbong perempuan pada rangkaian KRL Commuter Line setelah insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin, 27 April 2026.

Usulan ini disampaikan usai Arifah menjenguk para korban kecelakaan yang melibatkan KRL jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi.

Menurutnya, evaluasi posisi gerbong perempuan penting dilakukan demi meningkatkan aspek keselamatan penumpang.

Baca Juga: Deretan kecelakaan taksi Green SM disorot usai insiden KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Usul gerbong perempuan dipindah ke tengah

Arifah mengungkapkan bahwa selama ini posisi gerbong perempuan berada di bagian depan atau belakang rangkaian KRL untuk menghindari kepadatan dan perebutan tempat.

Namun, berdasarkan kejadian di Bekasi Timur, ia menilai perlu ada perubahan kebijakan.

“Tadi kalau tadi kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan, paling belakang supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah kepada awak media di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pada Selasa, 28 April 2026.

Baca Juga: Taksi Green SM diduga jadi pemicu awal insiden KA Argo Bromo vs KRL, masih tergeletak di rel Bekasi Timur

“Jadi, depan belakang itu laki-laki, yang perempuan di tengah, untuk gerbongnya ya supaya juga lebih aman,” lanjutnya.

Ia juga mengaku cukup terkejut saat mengetahui adanya korban laki-laki di dalam rangkaian yang terdampak.

“Kalau gerbong perempuan, banyaknya perempuan. Tadi ada yang laki-laki itu karena dia ada di gerbong tiga dan juga ada yang dari Argo Bromo yang kena juga,” jelasnya.

Pendampingan korban secara menyeluruh

Selain mengusulkan perubahan teknis pada KRL, Arifah menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan kepada para korban kecelakaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X